3 Titik tanggul Sungai Citarum di Rengasdengklok rawan jebol

Saat ini 108 desa sekitar Kabupaten Karawang terendam banjir menyusul terus tingginya curah hujan.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
3 Titik tanggul Sungai Citarum di Rengasdengklok rawan jebol
banjir luapan sungai citarum. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Tiga titik tanggul Sungai Citarum di wilayah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merembes dan dikhawatirkan jebol menyusul tingginya arus sungai tersebut.Sejumlah aparat Kecamatan Rengasdengklok dipimpin Danramil 0404 Rengasdengklok, Minggu (19/1), melakukan pengecekan kondisi tanggul yang sudah merembes itu.Danramil 0404 Rengasdengklok Kapten ARM T Tambunan mengimbau agar masyarakat yang pemukimannya berada di dekat tanggul sungai segera mengungsi. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi secara dini kemungkinan jebolnya tanggul Sungai Citarum di wilayah Rengasdengklok. Sebab, jika tanggul sungai itu jebol, maka banjir daerah Karawang akan semakin parah.Dia juga menginstruksikan agar jajaran Koramil Rengasdengklok bersama aparat kecamatan setempat melakukan patroli secara rutin, guna memantau badan tanggul yang kini sudah merembes."Kita akan semaksimal mungkin berupaya mengantisipasi jebolnya tanggul sungai itu. Paling tidak, dengan melakukan patroli, maka warga yang berada di sekitar Rengasdengklok bisa lebih siap kemungkinan terburuknya," kata dia seperti dikutip Antara.Sementara itu, puluhan ribu rumah yang tersebar di 108 desa sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam banjir menyusul terus tingginya curah hujan di daerah tersebut disertai meluapnya sejumlah sungai besar di wilayah Karawang."Sebanyak 108 desa yang dilanda banjir itu berada di 25 kecamatan," kata Supriatna, kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana setempat, di Karawang, Minggu.Dari data sementara Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana setempat, banjir telah merendam sejumlah titik ruas jalan raya, 52 masjid, 11 sekolah, 35.092 rumah serta 8.282 hektare areal persawahan.Menurut dia, Dinas Sosial dan Penanggulangan Bencana Karawang telah menyalurkan bantuan logistik kepada para korban banjir. Tetapi bantuan logistik masih banyak diperlukan menyusul semakin banyaknya warga yang rumahnya terendam.Secara umum, banjir di Karawang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai besar yang ada di Karawang, seperti Sungai Citarum, Cibeet, dan Sungai Cilamaya.Sungai-sungai itu tidak mampu menampung tingginya air sungai, sampai akhirnya air itu mengalir ke permukiman warga, jalan raya, infrastruktur, dan sarana publik.Akibat kejadian itu, warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dari banjir, seperti masjid, tenda-tenda pengungsian, pinggir jalan, dan lain-lain.

Rekomendasi