Usia pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memasuki tahun ke tiga pada Oktober ini. Ketua MPR, Zulkifli Hasan, menilai sejumlah hal telah berjalan baik meskipun dia tetap mengkritisi permasalahan yang dianggap belum beres sepanjang kepemimpinan mereka.Seperti dalam hal keamanan negara, dia menyayangkan kondisi bangsa beberapa waktu terakhir di mana antar kelompok saling menista, mencaci hingga menyebabkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat saat pilkada. Menurutnya, keadaan itu jelas mengoyak merah putih di tengah semangat reformasi yang terus disuarakan."Saya mengajak mari kita menjahit kembali merah putih. Kita harus bersatu agar kegaduhan, saling curiga, menista kita akhiri. Kita adalah bersaudara," kata pria yang juga Ketum PAN itu usai seminar di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa, (10/10).Selain itu, untuk ketersediaan lapangan kerja apalagi lulusan sarjana dan SMA, masih sangat jauh dari harapan. Ditambah lagi tingkat kesejahteraan masyarakat yang kian menurun."Kenapa dulu ada lembur, sekarang gak ada lagi. Dulu ada penghasilan tambahan, sekarang berkurang. Sementara harga meningkat seperti sembako atau kebutuhan pokok antara lain garam, gula beras dan lain-lain," katanya.Dia juga mempertanyakan soal harga tarif dasar listrik dan gas yang terus naik. Dua persoalan itu, kata dia, sangat banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab, pengeluaran kian bertambah sementara pendapatan tak meningkat. Meski demikian, dia mengaku ada sisi keberhasilan Jokowi-JK yang tak bisa dipungkiri. Yakni sangat baik dalam hal pembangunan infrastruktur.
3 Tahun Jokowi-JK, Ketua MPR kritisi kegaduhan antar kelompok jelang pilkada
"Saya mengajak mari kita menjahit kembali merah putih. Kita harus bersatu agar kegaduhan, saling curiga, menista kita akhiri. Kita adalah bersaudara," kata Zulkifli.
Advertisement
Rekomendasi