3 Penumpang pesawat AMA yang jatuh di Wamena diserahkan ke keluarga

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Anthon B. Maring mengatakan, saat ini lima jenazah telah berada di RSUD Wamena dan sedang ditangani oleh tim DVI Bid dokkes Polda Papua.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
3 Penumpang pesawat AMA yang jatuh di Wamena diserahkan ke keluarga
Pesawat jatuh di Wamena. ©2017 Merdeka.com

Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi lima korban pesawat Associated Mission Aviation (AMA). Pesawat dengan kode penerbangan PK-RCX tujuan Wamena-Denekme itu jatuh di Gunung Napua Kampung Walaik, Wamena, Papua kemarin Rabu (5/7).Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKBP Anthon B. Maring mengatakan, saat ini lima jenazah telah berada di RSUD Wamena dan sedang ditangani oleh tim DVI Bid dokkes Polda Papua."Dan telah teridentifikasi dua orang pilot dan co.pilot saat ini lanjut identifikasi tiga penumpang sipil," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/7).Dia mengungkapkan, untuk jenazah pilot dan co.pilot telah di identifikasi. Dan jenazah pilot serta co.pilot telah diterbangkan ke Jayapura pada pukul 15.30 wit ke AMA Sentani kemarin Kamis (6/7)."Tiga jenazah sipil sementara akan di semanyamkan di RSUD Wamena dan selanjutnya besok akan di serahkan ke pihak keluarga," jelasnya.Sebelumnya, jenazah satu korban yang juga co pilot Valens Ido Naibaho (23) menurut rencana akan makamkan di Dukuh Titang, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Sabtu (8/7). Saat ini keluarga di Klaten menunggu kedatangan jenazah korban yang diperkirakan tiba di Bandara Adi Sutjipto besok malam.Paman korban, Paulus Bambang mengatakan, sebelum dimakamkan, jenazah korban akan disembahyangkan di rumah neneknya terlebih dahulu. Tak ada firasat yang dialami keluarga sebelum kecelakaan terjadi. Hanya saja bibinya yang selama ini dekat merasa giginya mau copot. Sedangkan kakeknya secara tiba-tiba menebang pohon yang ada di depan rumah."Keluarga tidak ada firasat apa-apa. Almarhum itu kalau mau terbang selalu telepon ibunya. Ibunya AKBP Nanik SK, aktif dinas di Secapa Sukabumi, ayahnya juga AKBP Jimmy Naibaho, tapi sudah 2 tahun ini meninggal," katanya.Paulus mengatakan, Valens Ido menempuh sekolah penerbangan di Cilacap. Selama setahun ini ia bekerja di maskapai AMA Papua. Valens Ido, kata dia mempunyai cita-cita ingin membahagiakan keluarganya. Yakni dengan cara menjadi pilot."Kami masih menunggu kedatangan jenazah Ido yang dijemput ibunya. Jumat malam baru sampai, Sabtu siang sekitar jam satu akan kita makamkan," pungkas Paulus.

Rekomendasi