21 Desa di Banjarnegara krisis air bersih, BPBD suplai 100 tangki

Sebanyak 21 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Banjarnegara mengalami krisis air bersih. Rinciannya, desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Klampok, Mandiraja, Susukan, Bawang, Purwanegara, Pagedongan, Banjarmangu, Madukara dan Wanadadi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
21 Desa di Banjarnegara krisis air bersih, BPBD suplai 100 tangki
Krisis air bersih di Banjarnegara. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz Rasjid

Sebanyak 21 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Banjarnegara mengalami krisis air bersih. Rinciannya, desa-desa tersebut tersebar di Kecamatan Klampok, Mandiraja, Susukan, Bawang, Purwanegara, Pagedongan, Banjarmangu, Madukara dan Wanadadi.

Sampai Senin (27/8) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara telah menyuplai sebanyak 100 tangki. Atau setara 500 ribu liter air bersih ke 21 desa yang mengalami kekeringan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Agus Haryono mengatakan bantuan air bersih menyasar 5.037 Kepala Keluarga (KK) atau 17425 jiwa yang terdampak krisis air bersih. Dilihat dari data dropping air bersih dan pemetaan tahun 2017, terdapat 35 desa rawan kekeringan di Kabupaten Banjarnegara.

"Sampai saat ini baru 21 desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD," kata Agus, Senin (27/8)

Agus memperkirakan jumlah desa yang meminta bantuan air bersih tidak akan bertambah signifikan. Ia memprediksi, sampai akhir kemarau, jumlah desa yang dilanda kekeringan tak sebanyak dibanding tahun lalu. Alasannya, beberapa desa yang menjadi langganan kekeringan tiap tahun, hingga saat ini belum mengajukan bantuan air bersih ke pihaknya.

"Tidak akan sampai 35 desa," katanya

Agus menerangkan, desa-desa rawan kekeringan yang hingga hari ini belum mengajukan permintaan bantuan air bersih itu meliputi Desa Tlaga Kecamatan Punggelan, Desa Mantrianom, Masaran dan Wanadri Kecamatan Bawang, Desa Bandingan dan Pingit Kecamatan Rakit, Desa Kalitengah Kecamatan Purwanegara, Kasilib Kecamatan Wanadadi, dan Kebutuh jurang Kecamatan Pagedongan.

Tahun 2018 ini di desa-desa tersebut dimungkinkan telah terbebas dari kekeringan. Berkurangnya desa-desa rawan kekeringan ini, ia nilai tak lepas dari berbagai program penanggulangan oleh pemerintah dan kesadaran masyarakat. Diantaranya, sosialisasi rutin ke warga agar melakukan penghijauan untuk merawat sumber mata air dan program pipanisasi.

Selain itu, pemerintah juga membangun sumur bor di desa-desa kekeringan untuk menarik sumber air dari perut bumi. Program Pamsimas oleh Dipermasdes juga membantu mengatasi masalah kekurangan air bagi warga pedesaan.

"Program-program tersebut mengantisipasi desa rawan kekurangan air bersih," katanya.

Rekomendasi