Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

13 Tahun berlalu, proyek sekolah intelijen era Megawati mangkrak

13 Tahun berlalu, proyek sekolah intelijen era Megawati mangkrak Sekolah Intelijen Negara di Batam. ©2016 merdeka.com/martin siahaan

Merdeka.com - Sekolah Intelijen Negara yang diresmikan peletakan batu pertamanya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2003 silam di Batam hingga kini tak jelas kelanjutannya.

Awal proyek ini dicanangkan untuk menjadi sekolah intelijen bertaraf internasional pertama di dunia. Saat itu, ide tersebut dikeluarkan oleh AM Hendropriyono yang menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Letak sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 15 hektare di kecamatan Nongsa, dengan bantuan Otorita Batam untuk lahan dan Pemerintah Kota Batam untuk izin mendirikan bangunan.

sekolah intelijen negara

Sekolah Intelijen Negara ©2016 merdeka.com/martin siahaan

Pantauan di lokasi bekas proyek sekolah intelijen itu pada Jumat (29/4), kini menjadi tempat kumpul remaja berseragam sekolah. Selain itu, pecahan kaca yang diduga berasal dari botol miras berserakan di jalanan komplek proyek gagal tersebut.

Bahkan, bekas bangunan negara tersebut kerap dijadikan tempat mesum oleh para remaja.

"Dulu gedung BIN bang. Bu Mega dulu yang meresmikan peletakan batu pertama. Sekarang jadi tempat orang pacaran dan kumpul-kumpul," kata Andi, salah satu warga yang tinggal di sekitar bekas gedung sekolah BIN tersebut, Jumat (29/4).

Pembangunan proyek sekolah intelijen ini dulunya dianggarkan dari APBN dengan lama pekerjaan 10 bulan. Sudah 13 tahun berlalu sekolah yang akan bernama International School of Intelligence (ISI) yang sempat mendapat penolakan warga hanya menjadi bangunan setengah jadi.

"Dulu masyarakat sini juga banyak yang menolak. Katanya tak ada ganti rugi (tanah)," tambah Andi.

Entah karena tekanan asing atau tidak, namun faktanya hingga Megawati lengser jadi presiden, proyek itu kini. Untuk mahasiswanya, selain putra-putri Indonesia, ISI juga akan menampung mahasiswa dari negara-negara Asean. Totalnya 100 orang mahasiswa.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP