Satuan Tugas (Satgas) Yonif 726/Tamalate berjumlah 499 orang dipimpin Komandan Batalyon, Letkol Infanteri Yuswanto baru saja tiba di Makassar. Penerimaan pasukan yang usai melaksanakan tugas pengamanan daerah rawan (PAM Rahwan) di Provinsi Maluku dan Maluku Utara ini berlangsung di dermaga Mako Layang Lantamal VI, Makassar dalam upacara dipimpin Kasdam XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Supartodi, Rabu, (4/10).Brigjen TNI Supartodi mewakili Pangdam, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, Satgas ini kembali dari daerah tugas dengan membawa prestasi yang luar biasa. Antara lain hasil fisik adalah berhasil menyita 505 pucuk senjata, amunisi dari berbagai kaliber sebanyak 2.274 butir dan bahan peledak dari berbagai jenis sebanyak 27 buah."Ada 505 pucuk senjata yang disita masing-masing 478 buah senjata rakitan dan 27 buah senjata standar. Juga ada 2.274 buah amunisi dan 27 bahan peledak," kata Supartodi.Kata Brigjen TNI Supartodi, senjata, amunisi dan handak (bahan peledak) itu adalah hasil fisik dari operasi pengamanan daerah rawan di Maluku dan Maluku Utara tapi ada hasil lain dari operasi yang sangat terasa di dua daerah itu yakni TNI di sana dapat diterima dengan baik. Buktinya, atas kesadaran masyarakat sendiri, mereka menyerahkan senjata, amunisi dan handak itu."Itu semua tidak terlepas dari upaya pembinaan satuan selama ini di home base dan mampu diimplementasikan pembinaan teritorial di daerah operasi," kata Supartodi.Tapi, lanjut Kasdam XIV/Hasanuddin ini, keberhasilan itu jangan membuat sombong, bersikap tinggi hati, karena itu akan merugikan dan menurunkan kehormatan, martabat dan jati diri seorang prajurit yang pernah menyandang kehormatan prajurit bela negara. Prestasi ini harus dijadikan sebagai bekal untuk lebih dewasa dalam berpikir dan bertindak sehingga dalam pelaksanaan tugas berikutnya akan lebih baik.Setelah kembali dari daerah penugasan, kata Supartodi, para prajurit akan mendapat cuti. Dia mewanti-wanti agar cuti ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun, harus zero."Manfaatkan cuti ini dengan penuh syukur jangan dipakai berfoya-foya karena itu akan merugikan dan menghancurkan diri sendiri," tandasnya.Sementara Danyon 726/Tamalatea, Letkol Infanteri Yuswanto, keberhasilan pasukannya dalam menjalankan tugas karena dari awal sudah ditekankan bahwa mereka ke Maluku dan Maluku Utara bukan sekadar jalankan tugas tapi mendatangi saudara sehingga saat tiba dan jalankan tugas terjalin kedekatan dengan masyarakat setempat sehingga dapat menunjang keberhasilan tugas. "Setelah ini, kita dapat cuti dari pimpinan namanya cuti pulang penugasan. Ini bagian dari pembinaan personel," kata Yuswanto.
10 Bulan bertugas di daerah rawan Maluku, TNI amankan 505 senjata
10 Bulan bertugas di daerah rawan Maluku, TNI amankan 505 senjata. Brigjen TNI Supartodi mewakili Pangdam, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, Satgas ini kembali dari daerah tugas dengan membawa prestasi yang luar biasa. Antara lain hasil fisik adalah berhasil menyita 505 pucuk senjata, amunisi.
Rekomendasi