Dalam sejarah, banyak sekali atlet yang selalu mencoba untuk mencurangi sportifitas, agar dapat mencapai kemenangan tanpa terlalu banyak upaya. Hal ini memunculkan banyak isu maupun kasus di dalam dunia olahraga.
Meski manusia sudah mencintai dunia olahraga sebagai sebuah bentuk hiburan selama ratusan bahkan ribuan tahun, sportifitas ternyata tak selalu jadi menu utama bagi beberapa atlet. Banyak sekali kecurangan yang teridentifikasi selama olahraga masih menjadi industri.
Berikut beberapa di antaranya yang paling 'kotor' dalam sejarah.
Advertisement
Doping aborsi
Hal ini mungkin adalah cara curang paling kotor yang pernah ada dalam dunia olahraga. Kontroversi ini mencuat sebagai rumor yang menimpa para atlet Jerman Timur. Banyak yang mempercayai rumor tersebut, banyak pula yang tidak.
Atlet wanita Jerman Timur memang terkenal tidak terlalu diperlakukan dengan baik dalam olahraga. Beberapa kali ditemukan kasus pelatih yang memberi doping steroid kepada atletnya tanpa permisi. Sampai pada akhirnya pemberian doping aborsi diakui pada Olimpiade 1988. Teorinya, peningkatan hormon tubuh dan kekuatan fisik dari kehamilan, mampu mendongkrak performa atlet wanita, meski bayi telah diaborsi.
Kasus ini akhirnya dikuak oleh Prince Alexandre de Merode dari Belgia, mantan wakil presiden dari International Olympic Committee. Dia mengklaim mengetahui beberapa atlet dari Eropa Timur yang 'diinseminasi' secara artifisial, lalu diaborsi seketika dalam beberapa bulan, hanya untuk mendapat hasil baik dalam bertanding di Olimpiade.
Advertisement
Pedang anggar ajaib Boris Onischenko
Uni Soviet adalah negara yang terkenal menggebu-gebu dalam meraih emas di olimpiade. Dalam dunia anggar pun, Uni Soviet adalah salah satu negara yang sukses, berkat Boris Onischenko yang pada tahun 1972, dia telah 3 kali berturut-turut juara pentathlon.
Namun skandal di tahun 1976 mengubah segalanya. Di Olimpiade tahun 1976, Boris yang berusia 38 tahun memenangkan Olimpiade dengan mudahnya. Banyak yang mencurigai ia menggunakan doping, yang akhirnya membawa dia dalam pemeriksaan yang berujung nihil.
Namun dalam suatu pertandingan, salah satu lawan anggarnya yang bernama Jim Fox merasa janggal karena Boris mendapat poin dari serangan yang tidak kena. hal ini dilaporkan ke komite Olimpiade dan akhirnya ditemukan bahwa epee, atau pedang anggar yang digunakan Boris, terdapat kawat elektronik yang terhubung dengan sistem pemberian poin. Dengan ini, Boris bisa mendapat poin hanya dengan mengayunkan epee miliknya tanpa ada upaya berlebih.
Advertisement
Skandal Paralympics tim basket Spanyol
Di Paralympic tahun 2000, Spanyol mendapat medali emas di cabang basket. Ini adalah hal yang inspirasional tentang atlet yang mampu melawan disabilitasnya untuk memenangkan medali. Namun lama kelamaan terungkap bahwa para pemain ini yang seharusnya menyandang disabilitas secara mental, ternyata tak memiliki kekurangan apapun.
Carlos Ribagorda, salah satu pemain di tim basket Spanyol tersebut, justru bekerja sebagai penulis di sebuah majalah bisnis dan bahkan lanjut menerbitkan buku. Setelah makin diketahui banyak orang kalau ia sama sekali tak memiliki kekurangan, dia mengembalikan medalinya dan mengakui kalau dalam tim tersebut, 10 dari 12 orang dalam satu tim, tak memiliki kekurangan dari segi fisik maupun mental.
Hal ini cukup mengejutkan karena mungkin tak pernah ada orang yang terpikir bahwa seseorang akan berbuat curang di Olimpiade yang 'khusus' ditujukan bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, akhirnya ditemukan juga dua orang perenang dan pemain tenis meja yang semuanya dari Spanyol, juga curang.
Advertisement
Pelari marathon yang tak lari
Di tahun 1980, Rosie Ruiz dengan mudah memenangkan ajang Boston Marathon, dengan catatan waktu mengejutkan yakni hanya 2 jam 30 menit. Ketika dia dianugrahi piala sebagai pemenang, dia sama sekali tidak berkeringat meski telah menempuh perjalanan 26.2 mil dengan berlari. Bahkan rambutnya tertata secara sempurna, dan dia tidak memerah seperti peserta lain.
Podium juara yang diraihnya, membuat juri makin curiga. Kasus ini akhirnya terkuak setelah Kathrine Switzer, yang merupakan wanita pertama yang mengikuti Boston Marathon, mewawancarainya di televisi. Ketika sang pelari professional tersebut mewawancarai Ruiz, Kathrine mulai curiga dengan Ruiz karena Ruiz bahkan tak mengerti istilah-istilah dalam marathon.
Akhirnya penyelidikan dilakukan dan ternyata Ruiz sama sekali bukan pelari profesional dan sangat minim pengalaman. Dalam ajang New York Marathon yang diadakan sebelum Boston, bahkan terbukti Ruiz memotong jalur lari dengan naik kereta bawah tanah.
Strategi tersebut dipakai di Boston Marathon, di mana dia memotong jalur dengan naik kendaraan umum.
Advertisement
Darah palsu dari Tom William
Di tahun 2009 dalam turnamen Rugby Heineken Cup Match, tim rugby asal London, Harlequins, punya kans yang kecil untuk menang melawan Linster. Seketika itu, cara kotor mulai dimainkan oleh salah satu pemain Harlequins, Tom Williams.
Dalam percobaan 'kecurangan' yang gagal, Tom Williams berencana akan mengucurkan sebuah darah palsu di kakinya. Namun ketika kampsul berisi darah palsu dibuka, ternyata darah tersebut tumpah di mulutnya. Pemain, wasit dan seluruh orang yang melihat itu merasa heran karena tak ada sesuatu yang menghantam mulutnya hingga berdarah.
Namun tak berhenti sampai di situ, dokter klub bahkan menyarankan Tom William melanjutkan 'akting' mereka dengan merobek bibir William agar luka tersebut terlihat asli.
Skandal yang terkenal dengan nama 'Bloodgate' ini mengejutkan dunia Rugby. Skandal ini berbuntut diskors dan didendanya Dean Richards, direktur dari Harlequins selama 3 tahun. Tom Williams sendiri diskors selama setahun, yang akhirnya dikurangi karena akhirnya ia mengakui kesalahannya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331025/original/056261700_1787470859-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331153/original/028118600_1787492874-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_13.55.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399615/original/091028500_1761982089-Robi_Syianturi__Atlet_ASICS_Indonesia__Pertajam_Rekor_Nasional_Half_Marathon_di_Casablanca_Marathon_2025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9331083/original/077927900_1787479929-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_17.10.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330101/original/053476700_1787316792-IMG_2260.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315468/original/077654200_1785838381-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_17.07.46.jpeg)