Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cocok buat rumah tangga tidak bagi usaha

Cocok buat rumah tangga tidak bagi usaha Peluncuran program PGN Sayang Ibu. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Di dapurnya asap putih mengepul dari panci berisi sayuran. Kegiatannya saban pagi, Rohayati mempersiapkan urusan perut bagi suami dan dua putrinya. Sudah satu setengah tahun kantongnya tidak begitu bolong sejak kedatangan program gas bumi untuk rumah tangga.

Pertama kali penawaran dari Perusahaan Gas Negara ( PGN ) di tempat tinggalnya, Perumahan Umum Narogong, Bekasi Timur, tidak dipungut biaya pemasangan. Tanpa berpikir panjang Rohayati mendaftar bersama ratusan warga lainnya."Waktu itu sedang ada promosi, didata satu per satu. Nggak ada biaya pemasangan," kata perempuan 36 tahun ini saat ditemui merdeka.com di rumahnya kamis pekan lalu.

Pengeluarannya untuk beli gas menukik hingga ketimbang saat masih memakai gas elpiji. Dulu saban bulan dia bisa menghabiskan dua tabung gas elpiji tiga kilogram seharga Rp 90 ribu. Kini dengan jaringan pipa gas bumi dia cuma merogoh Rp 60 ribu per bulan. "Hampir setengahnya, terasa sekali," ujar Rohayati sambil memperlihatkan struk kecil berisi rincian pemakaian bulanan. Harga tiap meter kubik gas bumi Rp 1.772 dan sebulan dia memakai rata rata 50 meter kubik.

Ketua Rukun Tetangga 002 Perum Narogong, Bekasi Timur, Yudianto Achmadi, mengakui pula keuntungan menggunakan gas bumi. Dia menjelaskan hampir 80 persen warganya sudah memakai instalasi gas bumi.

Selain itu, Perusahaan Gas Negara ( PGN ) turut andil memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. "Sudah ada 60 kepala keluarga pakai. Ada hal positif, pemuda sini diberikan pekerjaan sebagai pegawai honorer di kantor mereka," tuturnya.

Samsuri, pedagang pempek Palembang, juga bersyukur setelah menggunakan jaringan gas bumi PGN . Pengeluaran untuk usahanya itu sekarang jauh lebih rendah.

Lain lagi dengan Sumarto. Penyesalan selalu datang terakhir. Ketika warga lain ikut mendaftar, dia memilih tetap memakai tabung gas elpiji. Dari kesaksian tetangganya lebih banyak keuntungan didapat setelah memakai gas bumi. "Sekarang kalau pasang harus bayar," katanya.

PGN menyatakan pemasangan infrastruktur gas bumi untuk rumah tangga cukup mahal, yakni antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Untuk harga tergantung kondisi dan perizinan

masing-masing daerah. "Kalau ingin memasang jaringan gas bumi rumah tangga ke rumah memang ditanggung oleh pengguna," ucap Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso

saat acara peresmian sambungan pipa baru oleh PT PGN kawasan Perumnas Klender, Jakarta Timur, pekan lalu.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP