Pada Jumat (27/5), tokoh cendekiawan Muslim Buya Syafii Maarif meninggal dunia di RS PKU Muhammadiyah Gamping pada pukul 10.15. Tim dokter menyebut ia meninggal karena henti jantung.
“Karena sumbatan berat, henti jantung kembali terjadi 40 menit. Kemudian di ruang ICCU dilakukan penanganan kembali. Pertolongan terakhir tidak bisa kembali seperti awal sehingga kami nyatakan meninggal dunia,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS PKU Gamping dr. Evita Devi Noor Rahmawati dikutip dari ANTARA pada Jumat (27/5).
Kepergian Buya Syafii Maarif menjadi duka mendalam bagi keluarga maupun orang-orang terdekat yang ditinggalkan. Beberapa tokoh memberikan kesan-kesan mereka terhadap salah satu tokoh bangsa itu.
Berikut pernyataan berbagai tokoh atas meninggalnya Buya Syafii Maarif:
Advertisement
Megawati: Cendekiawan yang Rendah Hati
Di mata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Buya Syafii Maarif merupakan cendekiawan yang rendah hati. Atas wafatnya Buya Syafii Maarif, ia memberikan arahan kepada seluruh Keluarga Besar PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik dan mendoakan semoga almarhum wafat dalam keadaan khusnul khatimah.
“Ibu Megawati sungguh merasa kehilangan sosok negarawan yang menjadi cermin kecendekiawanan, sosok saleh yang rendah hati, sosok yang menjadi bagian kekuatan moral bangsa dan memberikan keteladanan dalam etika hidup berbangsa dan bernegara,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dikutip dari ANTARA.
Advertisement
Jusuf Kalla: Guru Bangsa dan Negarawan Indonesia
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla juga menyampaikan duka cita atas kepergian Buya Syafii Maarif. Bagi JK, Buya Syafii Maarif merupakan seorang guru bangsa, negarawan, dan pembimbing. Menurutnya, kepergian Buya Syafii menjadi kehilangan bagi bangsa Indonesia karena Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu selalu memberikan pemikirannya untuk kemajuan Indonesia.
“Mudah-mudahan seluruh bangsa mendoakan beliau dan Insya Allah kita semua juga akan memberikan dorongan dan semangat agar cita-cita almarhum dapat dicapai seluruh bangsa ini,” kata JK.
Advertisement
Maruf Amin: Keteladanan Buya Syafii Maarif Wajib Diteruskan
Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan bahwa Buya Syafii Maarif adalah ulama terbaik dan seorang guru bangsa. Oleh karena itu keteladanan dan pemikirannya wajib diteruskan semua pihak.
“Keteladanan beliau wajib kita teruskan. Sebagai guru bangsa pemikiran-pemikiran beliau sangat menyejukkan, moderat, dan dapat diterima lintas generasi,” ujar Ma’ruf Amin.
Advertisement
Gubernur Sumbar: Buya Syafii Maarif adalah Lubuk Akal Tepian Ilmu
Bagi Gubernur Sumbar Mahyeldi, Buya Syafii Maarif adalah lubuk akal tepian ilmu, maksudnya tempat bertanya dan meminta nasihat untuk kemajuan daerah. Mahyeldi menilai Buya Syafii adalah tokoh yang selalu memberikan perhatian pada Sumbar yang merupakan tanah kelahirannya.
Ia mengaku terus membangun hubungan baik hingga ia terpilih menjadi Gubernur Sumbar.
“Atas nama pribadi, keluarga, masyarakat, dan Pemprov Sumbar saya mengucapkan duka mendalam atas kepergian Buya Syafii. Beliau adalah putra kebanggaan Minangkabau yang tidak kenal memberikan pemikiran terbaiknya untuk Bangsa Indonesia,” kata Mahyeldi.
Advertisement
Ganjar Pranowo: Tokoh Panutan yang Menyejukkan
Bagi Ganjar Pranowo, sosok Buya Syafii Maarif adalah tokoh yang menyejukkan hati. Ia mengaku sering mendengar ceramah-ceramah dari Buya Syafii. Saat masih sakit, pernah sekali Ganjar menjenguk Buya Syafii.
“Saat saya masuk, eh Pak Gubernur apa kabar? Maskerku mana? Aku mau cerita, begitu katanya. Sampai terakhir saya terharu juga, Buya minta foto dengan saya. Beliau menyambut saya dengan sangat hangat, beliau juga selalu memberikan spirit pada kita-kita yang masih muda ini,” kata Ganjar.