Wagub Ariza Akui Anggaran Lintasan Formula E Naik Rp10 Miliar jadi Rp 60 Miliar

Dia berpandangan, penambahan anggaran untuk pembangunan lintasan sebagai bentuk tanggung jawab PT Jakpro agar kualitas lintasan dapat memenuhi standar ajang balap mobil listrik itu.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Wagub Ariza Akui Anggaran Lintasan Formula E Naik Rp10 Miliar jadi Rp 60 Miliar
Wagub DKI Buka Kemungkinan Jalur Road Bike di GBK. ©2021 Merdeka.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat suara atas penambahan nilai proyek pembangunan lintasan Formula E dari Rp50 miliar menjadi Rp60 miliar. Dalam informasi lelang yang diunggah PT Jakpro, nilai lelang pembangunan lintasan Formula E senilai Rp50 miliar.

"Memang ada penambahan anggaran dari 50 ke 60, karena sirkuit itu dibuat permanen, jadi dibuat lebih baik dan insya Allah bisa digunakan untuk kegiatan berikutnya dan lainnya," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (7/3).

Dia berpandangan, penambahan anggaran untuk pembangunan lintasan sebagai bentuk tanggung jawab PT Jakpro agar kualitas lintasan dapat memenuhi standar ajang balap mobil listrik itu.

"Ini tanggung jawab Jakpro untuk memastikan dibuat sebaik mungkin untuk memenuhi standar yang ada," katanya.

Sebelumnya, pihak kontraktor PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama (Tbk), Ari Wibowo menyampaikan estimasi biaya untuk membangun lintasan Formula E sekitar Rp60 miliar.

Meningkatnya biaya pembangunan seiring kendala yang tidak dapat dikalkulasi di depan. Seperti pengerasan tanah. Diketahui, hampir 40 persen dari total panjang lintasan Formula memiliki kontur tanah berlumpur.

"Misal di dalam tanah ini ada tanah lunak berapa meter, lunaknya seperti apa. Itu kan unseen. Untuk melakukan penyelidikan atas sesuatu yang unseen itu, waktunya tidak sebentar mungkin bisa 6 bulan untuk melakukan penyelidikan," jelas Ari saat meninjau lokasi Formula E, Minggu (6/3).

Ketua Pelaksana atau Orginizing Committee (OC) Ahmad Sahroni memastikan lintasan atau sirkuit Formula E tidak akan dibongkar begitu event usai digelar. Dengan begitu, tambahnya, Ancol bisa menjadi hub atau pusat pengembangan autosport Indonesia.

"Perlu diketahui bahwa lintasan balap yang dibangun untuk Formula E ini akan terus dipertahankan meski acaranya sudah selesai," kata Sahroni dikutip dari situs Jakpro, Senin (7/3).

Nantinya, lintasan bisa digunakan para peminat otomotif termasuk masyarakat umum. "Selain itu, track ini juga bisa menjadi pusat pengembangan autosport di Indonesia," tambahnya.

Ia mengklaim proses pembangunan infrastruktur dan komersial arena Formula E ini sudah berjalan sangat baik dan sesuai rencana dan standar yang telah ditetapkan oleh FIA (Federasi Otomotif Internasional) dan FEO (Formula E Operations).

Pun, Sahroni mengklaim dukungan maksimal terus diberikan pemerintah pusat terhadap event ini, sehingga pembangunan bisa rampung tepat waktu.

Rekomendasi