Sopir Bajaj minta Jokowi turun jika tak mampu larang GrabCar & Uber

Mereka mengeluh penghasilan menurun karena adanya transportasi umum berbasis online.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Sopir Bajaj minta Jokowi turun jika tak mampu larang GrabCar & Uber
Demo sopir taksi. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Pengemudi bajaj turut meramaikan aksi demonstrasi di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Mereka menuntut moda transportasi umum berbasis online ditutup oleh pemerintah.Salah satu sopir bajaj, Jaja menuntut agar pemerintah segera menutup GrabCar dan Uber Taksi. Jika tidak, dia meminta agar Presiden Jokowi mundur dari kursi orang nomor satu di Indonesia."Kalau Dishub enggak sanggup, undur diri, kalau gubernur enggak sanggup undurkan diri, kalau Presiden enggak sanggup undurkan diri. Di India bajaj bebas," kata Jaja saat demonstrasi di depan Gedung DPR, Senayan, Selasa (22/3). Sementara itu, seorang pengemudi taksi Blue Bird, Tarto (55) mengaku mengalami kesulitan hidup semenjak kehadiran taksi beraplikasi online tersebut. "Penghasilan kami menurun. Ongkos hidup di Jakarta bukan murah," kata tarto yang mengaku punya dua anak ini. Pantauan merdeka.com, aksi pengemudi taksi dan kendaraan lainnya masih berlangsung hingga Pukul 11.00 WIB. Mereka mengancam akan terus melakukan demo hingga penutupan taksi beraplikasi dilakukan Pemerintah.

Rekomendasi