Panitia Pastikan Pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit Tak Pakai APBD DKI

Sahroni memastikan, tidak ada pendanaan dari APBD DKI Jakarta dalam pembangunan sirkuit tersebut.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Panitia Pastikan Pembangunan Jakarta International E-Prix Circuit Tak Pakai APBD DKI
sketsa sirkuit formula e. ©2021 Istimewa

Ketua Pelaksana atau Organizing Committee (OC) Formula E, Ahmad Sahroni mengatakan, pembangunan lintasan atau sirkuit balap Formula E di Ancol bernama Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) akan menggunakan dana dari Jakpro. Di mana nantinya, pembangunan ini akan melibatkan sponsor.

Dengan begitu, dia memastikan, tidak ada pendanaan dari APBD DKI Jakarta dalam pembangunan sirkuit tersebut.

“Yang perlu ditegaskan juga bahwa dalam pembangunan ini tidak ada dana APBD maupun PMD yang digunakan. Jadi semuanya hanya dari Jakpro dan sponsor, dengan track yang permanen sehingga dapat digunakan untuk berbagai event autosport sepanjang tahun,” katanya di Jakarta, Rabu (22/12).

Terakhir, Sahroni menjelaskan, pemilihan venue ini tidak lepas dari masukan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo yang ingin menghadirkan sarana sirkuit bagi masyarakat Jakarta.

“Penentuan lokasi di Ancol ini juga merupakan masukan dari Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo, yang ingin agar DKI mempunyai sebuah sirkuit untuk memfasilitasi kegiatan balap dan otomotif di masyarakat. Karena seperti kita ketahui, memang saat ini masih belum ada sarana balapan di ibu kota, jadi harapannya kehadiran sirkuit ini bisa menjadi jawaban,” tutupnya.

Sebelumnya, Jakarta telah resmi menjadi tuan rumah balap ABB FIA Formula E pada tanggal 4 Juni 2022. Keputusan tersebut ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, pada 15 Oktober 2021 yang sekaligus meratifikasi kalendar balapan musim ke-8 tahun 2021/2022.

Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo mengapresiasi tinggi atas terpilihnya Indonesia dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Longo juga mengapresiasi upaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi konvensional, dan beralih pada energi ramah lingkungan, sebuah filosofi yang senada dengan pandangan FEO.

"Apalagi dalam merealisasikan filosofi tersebut dan untuk mengambil manfaat dari trend mobil listrik dunia, Presiden Joko Widodo berencana menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik dan baterai mobil," kata Longo dalam unggahan PPID Pemprov DKI, Sabtu (16/10).

Rekomendasi