Penemuan sampah kulit kabel di gorong-gorong wilayah DKI Jakarta kembali membuat geger banyak pihak. Kejadian ini juga pernah terjadi sekitar Mei 2016 lalu. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) kala itu bahkan nyaring menuding kejadian tahun lalu sebagai sabotase.Ahok pernah menyebut bahwa sabotase sampah kulit kabel itu dilakukan orang pintar. Tuduhan itu dilayangkan Ahok kepada adanya pihak tak bertanggung jawab dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), lantaran menyebabkan banjir di wilayah yang dipimpinnya."Memang aku nuduh PLN sabotase. Yang saya tuduh sabotase kan oknumnya yang 2015 Waduk Pluit waktu banjir dia matiin listriknya. Udah air naik tinggi tambah 1,8 meter tenggelem Jakarta baru hidupin. Kamu iseng amat matiin listrik sampai 1,5 jam. Itu saya marah," kata Ahok awal Mei tahun lalu.Tidak sampai di situ, saking curiganya Ahok bahkan menyebut ada orang keki kepada dirinya. Itu dikarenakan dia menduga kulit kabel diletakkan sengaja pihak tak senang padanya."Ini pasti ada unsur kesengajaan. Kita enggak tahu siapa. Bisa juga orang yang keki sama saya ya kan," tegasnya.Pelbagai tudingan Ahok akhirnya dibantahkan Kepolisian. Polda Metro Jaya kala itu dipimpin Tito Karnavian, menyebut bahwa sampah kulit kabel itu merupakan hasil pencurian. Ada enam tersangka diringkus kepolisian akibat sampah kulit kabel tersebut.Setahun berlalu, heboh sampah kulit kabel muncul lagi. Pasukan oranye menemukan banyak sampah tersebut di gorong-gorong.Reaksi Ahok justru berbeda kali ini. Tak seperti sebelumnya, dia enggan berkoar-koar lagi. Bahkan Ahok tak ingin berkomentar banyak terkait temuan kabel tersebut. Bahkan dia juga enggan menyebut hal tersebut sebagai sabotase."Enggak tahulah, aku enggak mau komentar. Ntar nanti lebai lagi. Kamu cek aja," kata Ahok, Senin kemarin.Menurut Ahok, laporan diterimanya, temuan di dalam gorong-gorong bukan hanya berupa kabel. Aada banyak benda lain bekas proyek juga ditemukan di lokasi.Mantan Bupati Belitung Timur ini juga tidak mau mengaitkan kejadian tersebut dengan kejadian serupa tahun lalu. Ahok juga mengatakan bahwa PLN sudah mengonfirmasi tidak tahu asal kabel tersebut."Yah saya enggak tahu, ini sih PLN merasa itu bukan punya mereka, asalnya bukan di situ, waktu itu ngomong gitu. Saya enggak tahu, yang jelas kata PLN bukan di situ posisi barangnya, terus kalau kamu mencuri kabel kamu musti ngupas di dalam atau bawa sekaligus? Potong bawa pergi dong, kita juga enggak tahulah biarin aja," terang Ahok.Ahok belum memutuskan apakah akan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi atau tidak. Jika berdasarkan analisis keberadaan kabel tersebut tidak dimungkinkan berada di dalam saluran maka kejadian tersebut akan segera dilaporkan."Itu kita udah suruh PU. Lihat aja kalau emang enggak mungkin barang itu bisa ada di dalam, ya lapor polisi saya bilang," terangnya.
Kulit kabel di gorong-gorong DKI, Ahok tak nyaring seperti dulu
Kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu. Kala itu Ahok menuding ada pihak dari PLN yang sengaja membuang kabel di sana. Namun Polda Metro Jaya memastikan sampah kulit kabel merupakan hasil pencurian.
Rekomendasi