Dari sejak dulu, profesi dokter dianggap cukup menjadikan kehidupan yang lebih baik. Itu sebabnya, banyak orangtua menginginkan anak-anaknya menjadi seorang dokter. Hal itu juga pernah menjadi harapan orangtua dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.Ahok, sapaannya, menceritakan, kala itu dia memilih keluar dari Fakultas Kedokteran karena ingin kuliah di Fakultas Geologi, Universitas Trisakti. Saking kesalnya melihat pilihan Ahok, ayahnya sampai tak mau menegur. Ahok bertahan sebagai mahasiswa kedokteran selama 10 hari."Bapak saya nulis surat, orang bodoh, insinyur itu enggak pernah dipanggil insinyur di kampung. Kalau dokter itu dipanggil Pak dokter. Kemudian insinyur kalau sudah tua tidak laku, kalau dokter tambah tua tambah laku," kata Ahok dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan layanan kemoterapi RSUD Tarakan, Jakarta, Kamis (10/9).Kemudian, dia merasa heran dengan persepsi masyarakat tentang rumah sakit pemerintah yang dianggap kalah bersaing dengan rumah sakit swasta. Untuk itu, saat ini Ahok fokus untuk merubah persepsi tersebut."Ini enggak kalah dengan rumah swasta. Hanya persepsi rakyat namanya rumah sakit pemerintah, dokter itu pasti memble. Ini kan persepsi," ujarnya.
Kisah Ahok dimusuhi bapaknya karena tak mau jadi dokter
Kebanggaan itu berbanding terbalik dengan minat warga Indonesia yang kini lebih senang berobat di luar negeri.
Advertisement
Rekomendasi