Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan mekanisme pengembalian utang PT Pembangunan Jaya Ancol ke Bank DKI sebesar Rp1,2 Triliun. Diketahui, penandatanganan penyaluran kredit tersebut dilakukan pada Senin (20/12) lalu yang dihadiri Direktur Pembangunan Jaya Ancol, Febrina Intan dengan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi.
"Bagaimana mekanisme untuk Ancol kembalikan pinjaman ke Bank DKI ke depannya," tanya Prasetio dalam Rapat Kerja Komisi B DPRD DKI dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Bank DKI, Selasa (28/12).
Bukan tanpa sebab, Prasetio mengaku risih dengan keputusan Ancol tersebut. Mengingat kondisi keuangan di tahun 2020-2021 Ancol mengalami defisit imbas Pandemi Covid-19.
"Saya risih loh ini pak, saya bukan menolak adanya Formula E coba telaah ulanglah jangan semua emosional kita sedang defisit keuangan loh," katanya.
Advertisement
Banyak Kebetulan
Pada kesempatan itu, Prasetio juga menduga kuat jika kredit Rp1,2 triliun Ancol terhadap Bank DKI terkait pagelaran Formula E. Sebab, ada beberapa peristiwa yang terjadi secara kebetulan usai penandatanganan kerja sama penyaluran kredit tersebut.
"Bank DKI kucurkan kredit 1,2 triliun ke Ancol pinjaman itu ditandatangani 20 Desember 2021. Betul yah?" kata Pras.
"2 Hari kemudian, 22 Desember 2021 Pemprov DKI Jakarta mengumumkan secara resmi ancol sebagai lokasi gelaran Formula E," sambungnya.
Atas dua momen peristiwa itu, Prasetio mengatakan terlalu banyak kebetulan yang terjadi. "Ini saya sebagai legislatif ini kok terlalu banyak sekali kebetulan persoalan pinjaman keuangan Bank DKI ke Ancol," tuturnya.
Kebetulan selanjutnya yang terjadi adalah terkait revitalisasi Gerbang Ancol sisi timur. "Itu sama dengan lokasi dibangunnya sirkuit Formula E," katanya.
"Ini sama, jadi lokasi yang akan diturunkan anggaran itu lokasi yang akan dibangun di Ancol."
Berkaca dengan kondisi keuangan Ancol, Pras lantas mengingatkan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mengkaji lagi pelaksanaan Formula E.
"DPRD perlu ingatkan bahwa Gubernur janji pelaksanaan Formula E tidak akan menggunakan APBD atau dana publik."
"Sudah terlaku banyak dana publik yang digunakan untuk Formula E dana PT Jakpro ke dinas pemuda dan Olahraga san sekarang giliran pinjaman Bank DKI ke Ancol. Kok ada satu kebersamaan pinjaman uang yang enggak kecil Rp1,2 T," katanya.
Pras kembali mengatakan risih dengan situasi yang terjadi.
"Saya sebagai pimpinan dewan saya agak risih Pak di situasi kondisi pandemi Covid-19 seperti ini."