Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) baru saja bertemu dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk membahas perhitungan kenaikan tarif angkutan umum. Namun hingga kini belum ada keputusan berapa tarif angkutan umum akan naik."Saya sudah perintahkan agar hitungannya segera disiapkan tapi kan kenaikannya belum resmi. Begitu resmi nanti naik, saya sudah punya kalkukasi hitung-hitungannya dari semua sisi," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/6).Politikus PDI Perjuangan ini mengaku Organda, Dishub, dan Dewan Transportasi Kota Jakarta merupakan pegangannya. Pasalnya, faktor elemen tersebut akan dia pakai untuk membuat kebijakan kenaikan tarif angkutan umum."Itu saya pakai buat kebijakan berapa persen naiknya," katanya.Namun, Jokowi belum memastikan apakah naik atau tidak. Tetapi, saat rapat tadi Jokowi hanya bertanya kenapa Organda mengeluarkan statement akan menaikkan tarif 30 persen seiring adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM."Belum. Itu tadi juga saya tanya, kok 30 persen. Oo belum pak. Wong kenaikannya (BBM) berapa saja belum," ucapnya.Mantan Wali kota Solo ini justru mempertanyakan apakah sudah ada keputusan nominal kenaikan harga BBM. Oleh karenanya, dia tidak ingin mendahului keputusan pemerintah pusat."Naik saja belum kok. Kita itu mendahului itu agar kalkulasinya segera saya pegang, selalu saya putuskan. Jangan berlama-lama memutuskan seperti ini. Gimana sih. Belum! Wong kenaikan BBMnya saja belum kok, gimana," jelasnya.Ia memastikan menunggu keputusan Pemerintah Pusat tentang kenaikan harga BBM. Setelah itu, dia akan segera mengambil kebijakan perihal tarif angkutan umum."Iya dong, pusatnya berapa dulu. Keputusan naiknya. Baru nanti, karena angka-angka begitu yang mempengaruhinya banyak sekali, ada harga BBM nya sendiri, ada sparepart, sparepart juga macem-macem, ada lagi gaji, gaji supir dan lain-lain. Semuanya banyak sekali," terangnya.Menurutnya, keputusan yang cepat akan semakin lebih baik, agar tidak meresahkan warga maupun pengusaha angkutan umum."Yang paling penting kita tunggu keputusan dari pusat. Saya kira keputusan semakin cepat, semakin baik," tegasnya.
\r\nJokowi tunggu harga BBM resmi untuk tentukan tarif angkutan
Menurutnya, keputusan yang cepat akan semakin lebih baik, agar tidak meresahkan warga maupun pengusaha angkutan umum.