Jika terpilih lagi, Ahok mau seriusi ERP tolak bangun jalan baru
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama memaparkan visi misinya untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota. Salah satunya adalah dengan menambah moda transportasi umum serta membangun enam ruas jalan tol dalam kota.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, tidak ingin menambah ruas jalan di Jakarta sebagai solusi kemacetan. Namun memang rencana pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota harus tetap direalisasikan.
"Untuk mengatasi kemacetan, 6 ruas tol dalam kota harus dibangun, enggak mau bangun banyak jalan lagi," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menambahkan, untuk moda transportasi umum akan mengandalkan berbasis rel, seperti Mass Rapid Transid (MRT) dan Light Rapid Transid (LRT). Mengingat moda transportasi ini dapat mengangkut orang dengan jumlah lebih banyak.
"MRT sekali angkut 1950-an orang. Nah lalu bangun LRt, 110 km melingkar di antara dia sumbu MRT Asian Games Kelapa Gading, Velodrome, sekali tarik 600 orang bisa keliling seluruh Jakarta," terangnya.
Sedangkan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, rencananya Ahok akan menerapkan Electronic Road Pricing (ERP). Kemudian, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil alih parkir liar dan menggunakan sistem elektronik dalam pembayarannya.
Bapak tiga orang anak ini menjelaskan, dana yang terhimpun dari keduanya akan disubsidikan untuk pengguna transportasi umum, terutama Bus Transjakarta.
"ERP orang bilang saya Robin Hood, saya bukan, kita ini sosialis, selalu pengen ambil (harta) orang kaya ambil buat miskin, penganut paham itu, ERP. Parkir meter atau parkir seperti apa, ERP bisa dapat Rp 4-5 triliun pertahun bisa buat subsidi bus," tutupnya.
(mdk/sho)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya