Ada saja cara yang tidak terpuji yang dilakukan awak kendaraan umum. Di saat ratusan penumpang kesulitan karena arus lalu lintas Jalan Daan Mogot Raya macet, ditambah jumlah kendaraan yang sedikit, mereka menaikkan tarif secara sepihak."Tadi naik Kopaja 88, ongkosnya dinaikin jadi Rp 10.000. Katanya bus mau masuk jalan tol," ujar Nina (33), salah seorang warga Cengkareng, Senin (20/1).Akhirnya, karyawan Pengadilan Negeri Jakarta Barat itu terpaksa membayar tarif yang naik melebihi 100 persen tersebut. "Habis mau gimana lagi, angkutan yang lewat PN ya cuma itu," keluh Nina.Namun niat Nina untuk mencapai kantor harus diurungkan. Sebabnya, Kopaja 88 jurusan Kalideres-Slipi memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan.
Topik pilihan: Kemacetan Jakarta | Transjakarta
"Sampai di Jembatan Baru, Kopaja milih muter. Udah gitu, duit enggak dikembaliin lagi," gerutu Nina.Selain angkutan umum, sejumlah tukang ojek juga menaikkan harga tarif yang sangat tinggi. Dari Cengkareng ke Slipi, mereka mematok tarif Rp 100 ribu. Jaraknya sekitar 5 kilometer."Tadi pas mau naik ojek, abangnya minta Rp 100 ribu, ya udah saya milih balik ke rumah aja," ujar warga Sumur Bor, Cengkareng.