Gedung OLVEH nyaris tenggelam ditelan zaman
Merdeka.com - Kawasan Wisata Kota Tua, Jakarta Barat, masih menjadi magnet kuat menarik wisatawan. Bangunan- bangunan khas zaman kolonial Belanda masih berdiri kokoh menghiasi sudut-sudut kawasan ini. Bangunan bercat putih dengan kubah kembar di bagian atas berdiri di Jalan Jembatan Batu nomor 50 Pinangsia Jakarta Barat atau yang dulu bernama Jalan Vorrij Zuid.
Dulunya, bangunan ramping dan simetris dengan gaya art deco ini merupakan gedung perusahaan asuransi jiwa Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (OLVEH) yang berkantor pusat di s’Gravenhage, Leiden, Belanda. Perusahaan OLVEH bertahan hingga 40 tahun dan berakhir ketika dinasionalisasi pemerintah Indonesia pada 1960.
Tahun terus merangkak maju, gedung OLVEH 'tetap diam' di tengah semakin cepatnya pembangunan ibu kota. Proyek peninggian jalan untuk penanggulangan banjir membuat lantai dasar gedung ini berada di bawah jalan yang ada di depan gedung.
"Dari catatan sejarah kota Batavia dahulu sering terkena banjir dan penanganan bencananya cenderung dilakukan dengan peninggian permukaan jalan," ujar Arkeolog dan juga Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta Candrian Attahiyat, Selasa (22/3).
Tulisan OLVEH van 1879 yang berada di lantai dasar depan gedung, kini letaknya 90 centimeter di bawah permukaan jalan. Padahal dulu, kata dia, pada 1921 permukaan jalan lebih rendah 30 centimeter dari lantai dasar gedung.

Gedung Olveh di Jakarta Kota ©PT WIKA-Candrian Attahiyat
"Permukaan tanah jalan Jembatan Batu tahun 1929 semakin bertambah rendah ketika pemerintah Hindia Belanda membangun Stasiun Beos (Jakarta Kota) karena pembangunan stasiun ini meninggikan elevasi hingga empat meter di atas permukaan laut," tambahnya.
Candrian menjelaskan, berdasarkan peta-peta lama Batavia (kini Jakarta) pada abad 17 hingga 18, lokasi yang akan dijadikan gedung OLVEH berada di luar kota inti Batavia dengan dibatasi tembok dan parit keliling. Gedung ini masuk kawasan voorstad yakni kawasan yang dirancang VOC sebagai pusat bisnis dan pemukiman warga Tionghoa.
"Tapi pada tahun 1921 tembok dan parit sudah dibongkar. Saat pengerjaan gedung OLVEH," imbuh Candrian.
Pembongkaran Batavia pernah terjadi secara besar-besaran saat Daendels berkuasa (1808–1811). Bangunan baru ditinggikan agar tak terendam banjir. Namun semakin berkembangnya kota, gedung sekarang berada di bawah permukaan jalan.
"Itu ancaman hampir setiap kota, yakni genangan sehingga harus ada peninggian. Jadi semua ditinggikan termasuk Stasiun Jakarta Kota yang dibangun setelah OLVEH," papar Candrian. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya