Dugaan korupsi, Polda Metro akan geledah kantor dinas tata air

Dugaan ini muncul menyusul adanya temuan kulit kabel di gorong-gorong simpang monas.

Muchlisa Choiriah
Oleh Muchlisa Choiriah - Reporter
Dugaan korupsi, Polda Metro akan geledah kantor dinas tata air
Gulungan kabel di saluran air. ©2016 merdeka.com/etika

Penyidik Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya akan menggeledah kantor Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta. Rencana itu akan dilakukan pekan ini.

"Kami baru saja merapatkan dan mengambil keputusan begitu. Biar penyidik nanti datang ke kantor sudin tata air dan mengecek dokumen-dokumen yang kami cari," kata Kasubdit Tipikor Ditkrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ferdy Iriawan, Selasa (26/7).

Ferdy mengungkapkan, dokumen dibutuhkan untuk penyidikan terkait dugaan korupsi pemeliharaan saluran air. Polisi mencari dokumen anggaran Rp 49 milliar tahun 2014 untuk pemeliharaan saluran air. "Kami sekadar ingin tahu apakah anggaran itu benar-benar ada apa tidak," ujarnya.

Jika anggaran tersebut memang ada, maka pihaknya akan melakukan penyusunan nama pejabat yang bertanggung jawab di dalamnya.

"Baru kemudian bisa dilakukan pemanggilan bagi saksi maupun calon tersangka," tutupnya.

Diketahui sebelumnya, dugaan korupsi saluran air ini muncul setelah penemuan tumpukan bungkusan kabel dalam jumlah besar di gorong-gorong di sekitar Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada Maret 2016 lalu. Apalagi setelah ditelusuri, ada anggaran perawatan sebesar Rp 49 milliar.

Rekomendasi