Akhir pekan lalu, pembagian tahap 2 Kartu Jakarta Pintar (KJP) dibagikan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. Ribuan warga mengantre sejak pagi hari.Wakil Ketua Tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Mohamad Taufik menilai, kegiatan tersebut bisa menimbulkan kecurigaan. Sebab biasanya, KJP dibagikan di sekolah masing-masing dan bukan pada akhir pekan. Taufik menilai kegiatan itu seperti pembagian bansos menjelang pilkada. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, jengkel mendengar tudingan Taufik. Menurutnya, pendistribusian KJP baru dilakukan pekan lalu karena sempat terhambat saat dia cuti kampanye. saat itu, ada 190.000 KJP yang dibagikan."Ada 190.000 tidak dibagi. Kenapa enggak dibagi? Ada masalah lelang penyuplai kartu yang telat. Sekarang dia sudah masuk, dia mesti kejar dong," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/3)."Jadi Desember banyak orang enggak dapat KJP sampai Januari. Itu kenapa enggak bilang politis (bahwa) orang Bank DKI mau jatuhkan saya?" sambung Ahok, sapaan Basuki.Ahok mengungkapkan, seharusnya permasalahan ini tidak perlu dibesar-besarkan karena merupakan kasus lama. Dia menilai, pemberian KJP merupakan hal positif."Kan merugikan saya dong harusnya, itu kan dekat pemilihan 15 Februari, banyak orang malah enggak terima KJP," kata dia.Dia juga menegaskan, pembagian KJP tak selamanya berdampak baik buat dirinya. Dia mengklaim pernah juga didemo karena KJP. "Kamu kira yang terima KJP itu enggak ikut mendemo saya? Mereka terima KJP, (tetap) ikut demo dan enggak pilih saya kok. Itu di Luar Batang, Pasar Ikan yang tinggal di rusun semua anak terima KJP di rusun. Pilih saya enggak? Enggak tuh," ungkapnya.
Ahok jengkel dituding Taufik pembagian KJP politis jelang putaran 2
Ahok jengkel dituding Taufik pembagian KJP politis jelang putaran 2. "Kamu kira yang terima KJP itu enggak ikut mendemo saya? Mereka terima KJP, (tetap) ikut demo dan enggak pilih saya kok. Itu di Luar Batang, Pasar Ikan yang tinggal di rusun semua anak terima KJP di rusun. Pilih saya enggak? Enggak tuh," kata Ahok.