Satuan tugas sungai Citarum yang tergabung ke dalam Sektor 6 Citarum Harum membuat terobosan inovatif. Mereka mengolah limbah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mengembalikan fungsi sungai Citarum.
Seperti yang dilansir dari Facebook Satgas Citarum, tim sektor 6 mengubah beragam limbah plastik menjadi bahan bakar siap guna. Ada beragam jenis bahan bakar yang mereka buat dari limbah sungai.
Advertisement
Di dalam Posko Sektor 6 Citarum Harum, yang beralamatkan di Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung tersebut terdapat sebuah tungku pembakaran cukup besar. Di dalamnya tersimpan ruang khusus untuk mengolah plastik menjadi minyak tanah, solar dan bio solar, hasil olahan dari limbah.
Menurut Kasi Penmedlek Pendam III/Siliwangi, Mayor Kav Susanto mengatakan, alat tersebut merupakan pemberian langsung dari Kodam III Siliwangi sebagai solusi penguraian sampah. Mengingat jumlah sampah menumpuk di wilayah kerja Sektor 6, Sungai Citarum.
"Alat pembakar plastik, ini diberikan oleh Kodam III Siliwangi. Karena menurut beliau awalnya plastik banyak menumpuk di sini, sehingga memberikan alat ini ke Sektor 6 untuk mengolah sampah plastic menjadi beberapa jenis bahan bakar," kata Susanto, beberapa waktu lalu.
Advertisement
Menurut Mayor Susanto, cara pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar tersebut cukup sederhana.
Mula-mula, sampah plastik disortir untuk dipisahkan antara yang kering dan basah setelah itu sampah ditimbang hingga menyentuh angka 15 hingga 20 kilogram. Lalu, sampah tersebut dimasukan ke dalam tungku pemasak.
Pemasakan sampah memerlukan waktu sekitar tiga jam dengan panas suhu hingga menyentuh angka 300 - 360 derajat celsius. Sampah yang terbakar akan meleleh dan ditampung ke dalam sebuah tangka sebagai bahan ekstrasi dari plastik.
"Sampah yang berasal dari subsektor-subsektor plastik tersebut kemudian dimasukan ke dalam tungku hingga memenuhi ruang pembakaran, lalu ditutup hingga kedap udara. Biasanya sampah plastic yang dibakar juga ada yang berasal dari warga," tuturnya.
Advertisement
Sebelumnya pada tahun 2019 lalu, Satgas Citarum melalui sektor dua nya juga pernah membuat terobosan. Mereka mengolah sampah plastik menjadi produk batako pengeras jalan setapak (pavling block).
Saat itu bahan baku utama yang dipakai adalah plastik berjenis kantong kresek, yang dianggap memiliki daya tahan yang lebih kuat.
Menurut Ashari, selaku petugas dari Satgas Citarum sektor dua menjelaskan, untuk membuat satu buah paving block hanya membutuhkan 1 kilogram limbah plastik kresek.
Advertisement
Selanjutnya kantong kresek yang tidak memiliki nilai jual tersebut dilebur dengan cara dipanaskan hingga mencair. Setelah itu dicampurkan dengan bahan baku pasir ke dalam sebuah mesin sebagai pemberat.
Ia menambahkan, beberapa instansi di Bandung telah memanfaatkan produk paving block tersebut. Salah satunya pengerjaan di sekitar Gedung Pemkab Bandung.