Segarkan diri dari panasnya Jember di Pemandian Patemon

Segarkan diri dengan sumber mata air asli di Pemandian Patemon, Jember

Febrianti
Oleh Febrianti - Reporter
Segarkan diri dari panasnya Jember di Pemandian Patemon
Pemandian Patemon. ©2014 Merdeka.com/dwi andi susanto

Kota Jember memiliki cuaca yang cukup menyengat kulit. Sehingga terkadang para wisatawan yang berkunjung ke kota ini sering merasa kegerahan. Nah, bagi Anda yang kebetulan sedang mengunjungi kota ini dan ingin menyegarkan tubuh dengan aktivitas air, cobalah datang ke pemandian Patemon.Pemandian Patemon terletak sekitar 30 km dari kota Jember, tepatnya di wilayah Kecamatan Tanggul. Begitu memasuki pemandian ini, mata Anda akan langsung dimanjakan dengan pemandangan asri nan hijau. Udaranya yang segar juga akan langsung menyegarkan paru-paru Anda yang sebelumnya disesaki dengan polusi asap kendaraan.

Setelah melewati jalan masuk yang agak menjorok ke bawah, Anda akan langsung disambut dengan kolam pemandian berwarna biru cerah yang bersiap untuk menyegarkan tubuh Anda. Uniknya lagi, air di pemandian ini berasal dari sumber mata air segar tanpa ada campuran bahan kimia yaitu kaporit seperti di kolam renang lain. Sumber air ini merupakan tembusan mata air dari lereng pegunungan Argopuro."Nama Patemon sendiri berasal dari kata katemon yang dalam bahasa Madura berarti bertemu. Sebab dahulunya pemandian Patemon yang berbentuk telaga ini adalah tempat bertemunya Dewi Rengganis dan Andi Sose yang merupakan seorang pangeran dari Makassar," terang Indra Mertowijoyo, anak mantan kepala desa Patemon.

Selain kolam renang berukuran besar untuk orang dewasa dengan kedalaman hingga 4,5 meter, terdapat pula dua buah kolam khusus untuk anak-anak dan juga satu kolam untuk menaiki kendaraan air. Tak hanya itu saja, ketika Anda merasa lapar atau dahaga setelah seharian beraktivitas di kompleks pemandian ini, terdapat banyak warung-warung yang menjual makanan ringan dengan harga terjangkau.Sayangnya, walaupun pemandian Patemon ini ramai dikunjungi namun pengembangan fasilitas di tempat ini kurang maksimal. "Kita maunya bersaing dengan swasta. Tapi kembali lagi semua itu tergantung kepala daerah. Kita punya potensi, lahan sebesar 4 hektar, sumber air bersih, intinya kita punya spesifikasi yang berbeda dengan pemandian lain," ujar Dedi Winarno, Kepala UPTD wisata Patemon. "Namun lagi-lagi semuanya kembali lagi kepada kebijakan kepala daerah setempat sebab saya ini hanya pelaksana yang ditunjuk," tegasnya.

Sementara, untuk memasuki kompleks pemandian Patemon sendiri, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000. Sungguh sebuah harga yang tidak sebanding dengan kesegaran yang bisa Anda dapatkan dari berenang di Pemandian Patemon.

Rekomendasi