6 Makanan Lezat Khas Indonesia yang Namanya Sesatkan Banyak Orang

Berikut ini beberapa makanan tradisional khas Indonesia dengan nama yang menyesatkan. Mana yang sudah kamu cicipi?

Tantri Setyorini
Oleh Tantri Setyorini - Reporter
6 Makanan Lezat Khas Indonesia yang Namanya Sesatkan Banyak Orang
Bir pletok. ©2014 Asianinspirations.com.au

Makanan-makanan lezat asli Indonesia ini sebagian besar sudah akrab di telinga kita. Mungkin beberapa di antaranya bahkan sudah sering kita santap.Namun namanya yang unik kadang membuat kita bertanya-tanya mengenai asal-usulnya. Misalnya saja bika ambon dan ketoprak.Berikut ini beberapa makanan tradisional khas Indonesia dengan nama yang menyesatkan. Mana yang sudah pernah kamu cicipi?Bika ambon

Kue bika ambon © Wikimedia Commons/Midori

Meskipun namanya mengandung kata Ambon, makanan yang satu ini sama sekali tidak berasal dari Maluku. Bika Ambon justru jajanan tradisional khas kota Medan, Sumatera Utara.Kue kuning dengan tekstur berserabut ini sering dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Medan. Asal-usul nama bika Ambon masih belum bisa dipastikan. Namun terdapat spekulasi yang mengatakan kalau kue ini dibawa oleh para pedagang dari Ambon berabad-abad yang lalu.Perut ayam

Kue perut ayam © www.eresep.com

Kalau kue yang satu ini biasa dijumpai di gerai yang menjual aneka kue basah tradisional di pasar-pasar Jawa. Mendengar namanya mungkin kita akan membayangkan jeroan ayam yang digoreng.Padahal perut ayam sama sekali tidak mengandung ayam. Jajanan ini terbuat dari adonan tepung manis yang digoreng dengan bentuk menyerupai usus melingkar. Diameternya pun jauh lebih lebar daripada usus ayam yang sebenarnya.Bir pletok

5000 Bir Pletok Pecahkan rekor Muri ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Namanya memang bir, tetapi minuman asal Betawi ini dijamin tak bisa bikin mabuk. Bir pletok bahkan sama sekali tak mengandung alkohol. Minuman penghangat tubuh ini memang disajikan seperti bir yang hobi diminum para penjajah Belanda saat udara dingin, tetapi bahan penghangatnya terbuat dari 100 persen rempah-rempah. Warna merahnya berasal dari kayu secang.Ayam pop

Ayam pop © Wikimedia Commons/Midori

Mendengar namanya kita mungkin bakal membayangkan makanan gaul yang digandrungi anak muda. Kata pop kadang juga bisa diartikan 'meletup'. Namun masakan yang satu ini sama sekali tidak mewakili kedua definisi yang disebutkan tadi.Dilansir Antara, ayam pop berasal dari daerah Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Masakan ini dibuat dari ayam kampung yang direbus dengan bumbu, kemudian digoreng sebentar. Penyajiannya dilengkapi daun singkong, kacang panjang rebus dan sambal sebagai pelengkap.Cabuk rambak

Cabuk rambak khas Solo © Flickr/fitri agungJajanan yang satu ini sudah tergolong langka di tempat asalnya, yaitu Kota Solo. Saat ini hanya bisa ditemui di dalam pasar tradisional.Cabuk rambak terdiri dari beberapa potong ketupat yang disajikan dengan siraman sambal wijen dan selembar kerupuk karak (kerupuk dari nasi) di atas pincuk (piring dari daun pisang yang disemat lidi).Nama makanan ini terdengar aneh di telinga, karena mengingatkan pada sejenis hama berwarna putih kecil (cabuk) yang sering menyerang tanaman. Selain itu kata rambak juga cukup membingungkan, karena yang dijadikan pelengkap adalah karak, bukan kerupuk rambak.Rupanya dulu cabuk rambak memang disajikan dengan kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi. Namun karena harganya yang mahal, para penjual cabuk rambak lalu beralih ke karak. Sementara kata cabuk mengacu pada sambal yang dibuat dari biji wijen. Selain di Surakarta, daerah Wonogiri juga mengenal sambal cabuk ini, hanya saja warnanya jauh lebih pekat.Ketoprak

Ketoprak Betawi © Wikimedia Commons/Midori

Namanya memang mirip dengan seni panggung tradisional Jawa. Namun makanan ini justru berasal dari Betawi dan sama sekali tidak berkaitan dengan ketoprak Jawa.Etimologi dari nama ketoprak tidak diketahui dengan pasti, namun warga Betawi banyak yang meyakini kalau nama ketoprak adalah singkatan dari kata ketupat, tauge, dan digeprak.Ketoprak memang terdiri dari irisan ketupat, tahu goreng, kecambah atau tauge, irisan kol, mentimun, dan bihun yang disiram saus kacang dan ditaburi krupuk.

Rekomendasi