Menteri Kesehatan Turki, Ahmet Demircan, mengatakan 14 tentara tewas dalam serangan Turki ke wilayah Afrin di Suriah. Dari jumlah itu, tiga di antaranya tentara Turki dan 11 lainnya pasukan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) yang merupakan koalisi Turki dalam serangan.
"Sebanyak 130 korban luka telah dibawa ke rumah sakit dan 82 di antaranya sudah dipulangkan setelah menerima perawatan medis. Tidak ada satu pun korban luka yang berada dalam kondisi kritis," kata Demircan, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (26/1).
Demircan pun menuturkan bahwa saat ini petugas medis tambahan tengah dikerahkan ke daerah konflik untuk merawat para korban.
Sebagaimana diketahui, Sabtu lalu Turki melancarkan serangan terhadap milisi Pasukan Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi di Afrin. Serangan tersebut telah membuka sebuah gelombang baru dalam perang saudara Suriah dan menguatkan hubungan dengan sekutunya di NATO, Amerika Serikat.
Puluhan pasukan dan warga sipil telah terbunuh dalam serangan ofensif tersebut. Sementara itu, Turki dalam sebuah pernyataan, menyatakan bahwa sekitar 343 gerilyawan di Suriah utara telah tewas sejak operasi dimulai.
Namun, Tentara Demokratik Suriah (SDF), sebuah kelompok yang menaungi YPG dan didukung Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS, menyatakan bahwa Turki telah membesar-besarkan jumlah korban tewas.