Perang narkoba terus terjadi di Filipina. Tak hanya warga sipil saja, pejabat kepolisian juga turut ditembak lantaran terjerat kasus perdagangan obat-obatan terlarang tersebut.
Rolando Espinosa, merupakan mayor di pusat Kota Albuera, ditembak petugas kepolisian di penjara. Pria ini mendekam di bui lantaran terbukti memiliki hubungan dengan perdagangan narkoba di Filipina.
"Seorang mayor dari pusat Kota Albuera, Rolando Espinosa, ditembak petugas kepolisian di penjara saat sedang mencari-cari senjata," ujar kepolisian lokal, seperti dilansir dari BBC, Sabtu (5/11).
Kematiannya ini sebagai salah satu bukti Presiden Rodrigo Duterte memegang janjinya untuk memberantas kejahatan narkoba di negara tersebut. Duterte mengatakan tidak peduli dia itu warga sipil atau pejabat sekali pun.
Meski demikian, kematian Espinosa akan diselidiki lebih lanjut. Pasalnya, muncul kecurigaan mengenai adanya senjata dalam selnya tersebut.
Tahap baru dari perang narkoba telah dimulai setelah beberapa pekan lalu, pejabat di negara tersebut juga ditembak mati oleh polisi lantaran kasus yang sama. Sejak perang narkoba ini dimulai, sedikitnya jumlah orang yang terbunuh mencapai 4.000 jiwa.
Mantan wali kota Davao yang dilantik sejak 31 Mei itu memang 'galak' terhadap kejahatan narkoba. Dalam kampanyenya, dia bahkan menawarkan warga untuk membunuh mereka yang memakai barang haram tersebut.
Kebijakan Duterte tentunya mendapat kritik keras dari kelompok pegiat hak asasi manusia, dan berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat. Hal ini lah yang semakin memicu renggangnya hubungan antara kedua negara.
Meski memiliki kebijakan kontroversial, Duterte bisa terpilih sebagai presiden atas dukungan rakyat Filipina sendiri.
Espinosa merupakan mayor kedua yang dibunuh lantaran kasus narkoba dalam dua pekan terakhir. Sebelumnya ada Samsudin Dimaukom yang tewas dalam baku tembak di selatan Filipina.
Kedua pria ini merupakan pejabat yang namanya disebut Duterte pada Agustus lalu, lantaran memiliki kasus dengan perdagangan narkoba. Namun, Espinosa menyerahkan dirinya ke polisi setelah pengumuman tersebut, dan dibebaskan, tapi ditangkap lagi karena kasus serupa.