Seleb Ternama Myanmar Dihukum Tiga Tahun Penjara karena Ikut Demo Lawan Kudeta

Salah satu artis paling populer di Myanmar, Paing Takhon, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena ikut dalam unjuk rasa massal setelah kudeta militer 1 Februari.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Seleb Ternama Myanmar Dihukum Tiga Tahun Penjara karena Ikut Demo Lawan Kudeta
Paing Takhon, model yang juga aktor dan penyanyi Myanmar. ©Instagram/Paing_Takhon, AFP

Salah satu artis paling populer di Myanmar, Paing Takhon, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena ikut dalam unjuk rasa massal setelah kudeta militer 1 Februari.

Takhon, seorang model dan aktor dengan jutaan penggemar, ikut unjuk rasa anti-kudeta dan vokal dalam mengecam pemerintah di dunia maya.

Militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi dengan dalih kecurangan pemilu. Sejak saat itu, militer melakukan kampanye penindasan brutal terhadap penentangnya.

Dikutip dari BBC, Selasa (28/12), Takhon ditangkap pada April lalu oleh sekitar 50 tentara yang datang dengan delapan truk militer pada pukul 05.00 waktu setempat, menurut unggahan Facebook saudara perempuannya.

Tim penasihat hukumnya, Khin Maung Myint mengatakan kepada AFP, Takhon dijatuhi hukuman kerja paksa, menambahkan keluarganya sedang mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding.

Sebelumnya Takhon ikut dalam beberapa demo. Dia juga mengunggah gambar Aung Sang Suu Kyi.

"Kami mengutuk keras kudeta militer. Kami meminta pembebasan segera konselor negara Daw Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint, menteri-menteri pemerintah sipil dan anggota parlemen terpilih," tulis Takhon dalam unggahannya di media sosial.

"Kami menuntut untuk menghormati hasil pemilu 2020 dan membentuk pemerintahan sipil baru secepat-cepatnya oleh parlemen pimpinan NLD (Partai Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi)."

Akun Instagramnya memiliki lebih dari 1 juta pengikut dan diblokir segera setelah penangkapannya, bersama akun Facebooknya.

Salah seorang kerabat dekat Takhon yang meminta tak disebutkan namanya mengatakan, Takhon mengalami gangguan fisik dan depresi ketika ditanhkap dan bahkan dia tidak dapat berdiri dengan sempurna.

Namun, disebutkan bahwa Takhin menyadari konsekuensi yang menunggunya dan mengatakan dia sama sekali tidak takut.

Rekomendasi