Seorang tentara Turki tewas dan lima tentara lainnya mengalami luka dalam serangan roket dan mortir yang dilakukan pemberontak Suriah, saat Turki mendirikan pos militer di barat laut Suriah.
Dalam pernyataan tersebut, tentara Turki sedang membalas tembakan dengan pemberontak yang tidak diketahui. Dalam aksi penembakan tersebut, satu militer Turki juga terluka, seperti dilansir dari laman Reuters.
Angkatan Darat Turki mulai mendirikan pos di barat daya Kota Aleppo, Suriah, Senin (5/2). Posisi pos pengamatan yang mereka dirikan di bawah kesepakatan dengan Rusia dan Iran, untuk mengurangi kekerasan di sana.
Kelompok Observer untuk Pengawasan Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan pos pengamatan tersebut berada di dekat desa Al Elis, atau sekitar 5 kilometer dari wilayah yang dikuasai oleh pasukan pemerintah Suriah dan sekutunya.
Seminggu yang lalu, militer Turki melakukan konvoi menuju wilayah yang sama yang sedang diserang, dan mereka harus ditarik mundur. Wilayah ini merupakan salah satu benteng pemberontak terakhir yang menentang Presiden Bashar al-Assad.
Wilayah De Eskalasi dalam kekerasan yang seharusnya dipantau oleh pasukan Turki. Pada bulan Desember, tentara Suriah dan milisi yang didukung Iran dan angkatan udara Rusia meluncurkan serangan besar untuk mengambil wilayah di Provinsi Idlib.