Polisi Malaysia hari ini mengatakan seorang penumpang yang bepergian dengan sebuah paspor curian dalam penerbangan di pesawat jet Malaysia Airlines yang hilang adalah seorang pria Iran pencari suaka. Polisi tidak yakin pria itu memiliki kaitan dengan terorisme.
Polisi mengatakan pria 19 tahun itu bernama Pouria Nour Mohammad Mehrdad, yang kemungkinan bermigrasi ke Jerman, seperti dilansir situs bbc.co.uk, Selasa (11/3).
Penyelidikan terus dilakukan kepada pria kedua yang menggunakan dokumen curian.
Penerbangan Malaysia Airlines dengan nomor MH370 menuju Beijing, China, lenyap pada Sabtu dini hari waktu setempat tidak lama setelah meninggalkan bandara di Kuala Lumpur, Malaysia. Ada 239 penumpang di pesawat itu.
Para ahli mengatakan kehadiran dua orang dengan paspor curian di sebuah pesawat adalah pelanggaran keamanan. Tapi ini dikatakan umum terjadi di suatu wilayah dianggap sebagai basis para imigran ilegal.
Kepala Inspektur Polisi Malaysia, Jenderal Khalid Abu Bakar, mengatakan anak muda asal Iran itu tidak memiliki kemungkinan menjadi anggota sebuah kelompok teroris. Dia menjelaskan pihak berwenang sedang dalam kontak dengan ibu pria Iran itu di Jerman, yang telah menunggu anaknya untuk tiba di Frankfurt.
Pernyataan pihak berwenang ini mendukung penjelaskan dari pemuda asal Iran di Kuala Lumpur yang mengatakan dia adalah seorang teman sekolah dari salah satu penumpang Malaysia Airlines yang menggunakan sebuah paspor curian.
Dia mengatakan temannya itu dan warga Iran lainnya, juga menggunakan sebuah paspor curian, tinggal bersama dia sebelum melakukan penerbangan dengan Malaysia Airlines, dan mereka berharap untuk menetap di Eropa.
Laporan dari Thailand menunjukkan tiket dari kedua pria itu, yang menunjukkan rute perjalanan mereka menuju Amsterdam melalui Beijing, telah dibeli melalui sebuah agen perjalanan asal Thailand dan seorang perantara Iran.
Pihak berwenang mengatakan mereka masih tidak tahu apa yang salah.
Tidak ada puing-puing dan genangan minyak yang terlihat di perairan sejauh ini yang menjadi bukti dengan hilangnya pesawat itu.
Kepala polisi mengatakan empat area penyelidikan atas hilangnya pesawat itu difokuskan pada kemungkinan kesalahan manusia, yakni pembajakan, sabotase, masalah psikologis atau masalah-masalah pribadi dengan penumpang dan awak pesawat.
Penumpang dalam penerbangan MH370 berasal dari 14 kebangsaan berbeda. Dua pertiganya berasal dari China, sementara lain dari negara lain seperti di Asia, Amerika Utara dan Eropa.