Politikus dari sayap kiri, Andres Manuel Lopez Obrador, memenangkan pemilihan umum Meksiko yang digelar kemarin (1/7). Berdasarkan hasil penghitungan cepat, Lopez Obrador memperoleh selisih suara cukup jauh dengan rivalnya.
Ini merupakan kemenangan cukup bersejarah di tengah menegangnya hubungan negara tersebut dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Selama masa kampanye, Lopez Obrador berjanji akan memberantas korupsi dan menundukkan jaringan narkoba di negaranya dengan pendekatan yang tidak terlalu konfrontatif.
Selain itu, dia juga berjanji bahwa pemerintahannya akan melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap investasi asing dan pendekatan yang kurang akomodatif terhadap AS. Hal ini cukup membuat para investor kalang kabut.
Setelah kemenangan tersebut diumumkan, puluhan ribu pendukung Lopez Obrador memadati alun-alun kota Zocalo untuk menyaksikan pidato kemenangannya.
"Proyek yang berusaha kami tegakkan akan berupaya mencari demokrasi yang otentik. Saya ingin turun dan menjadi sejarah sebagai presiden Meksiko yang baik," katanya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Senin (2/7).
Sebagaimana diketahui, Lopez Obrador merupakan kandidat paling populer di pemilu kali ini. Meski sudah gagal dua kali, dia tidak menyerah hingga akhirnya memenangkan pemilu kali ini.
Sebagian besar warga Meksiko ingin pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto segera berakhir mengingat semakin melonjaknya kejahatan kekerasan dan korupsi sejak dia memimpin. Selain itu, pemerintahan Pena Nieto juga gagal memajukan ekonomi negara.