Polisi Sebut Geng Bersenjata Terkenal di Haiti Pelaku Penculikan 17 Misionaris AS

Geng Haiti ternama yang dikenal kerap melakukan penculikan dan pembunuhan dituduh polisi menculik 17 misionaris Kristen, termasuk lima anak-anak, dari organisasi yang berbasis di Amerika Serikat.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Polisi Sebut Geng Bersenjata Terkenal di Haiti Pelaku Penculikan 17 Misionaris AS
Port-au-Prince, Haiti. ©AFP

Geng Haiti ternama yang dikenal kerap melakukan penculikan dan pembunuhan dituduh polisi menculik 17 misionaris Kristen, termasuk lima anak-anak, dari organisasi yang berbasis di Amerika Serikat.

Geng 400 Mawozo menculik para misionaris tersebut di Ganthier, timur ibu kota Port-au-Prince, menurut Inspektur Polisi Haiti, Frantz Champagne kepada AP pada Minggu.

Geng tersebut menguasai kawasan Croix-des-Bouquets yang mencakup Ganthier, di mana mereka melakukan penculikan dan pembajakan mobil dan memerasa para pengusaha, menurut pihak berwenang.

Dilansir Al Jazeera, Senin (18/10), organisasi Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio menyampaikan, korban penculikan terdiri dari 16 warga negara AS dan satu warga negara Kanada dan termasuk tujuh perempuan dan lima pria termasuk anak-anak. Mereka sedang berada dalam sebuah bus dalam perjalanan menuju panti asuhan ketika mereka diculik.

“Kami meminta petunjuk Tuhan untuk pemecahannya, dan pihak berwenang mencari jalan untuk membantu,” jelas organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan.

Kasus penculikan di Haiti meningkat setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise pada Juli lalu. Para geng bersenjata memanfaatkan keadaan untuk menyebarkan ketakutan di tengah krisis politik yang dipicu pembunuhan Moise.

Korban penculikan biasanya berasal dari kelas menengah Haiti seperti guru, pendeta, PNS, pengusaha kecil. Para geng ini meminta tebusan mulai dari ratusan dolar sampai USD 1 juta.

Kelompok masyarakat sipil pada Minggu menyerukan pembebasan segera para misionaris. Anak terkecil yang diculik baru berusia dua tahun.

Departemen Luar Negeri AS menyampaikan pihaknya telah mengetahui laporan tersebut. Kedutaan besar AS tidak merilis informasi korban penculikan karena aturan privasi. Seorang pejabat senior AS yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan kepada AFP, AS sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang Haiti untuk memecahkan kasus ini.

Pemerintah Kanada menyampaikan pihaknya bekerja sama dengan otoritas dan kelompok lokal untuk mengumpulkan informasi.

Geng 400 Mawozo juga diduga terlibat kasus penculikan pada April lalu di wilayah yang sama terhadap sekelompok pendeta dan biarawati termasuk warga negara Prancis.

Hampir setahun lalu, kepolisian Haiti menerbitkan poster perburuan pemimpin 400 Mawozo, Wilson Joseph, yang didakwa kasus pembunuhan, percobaan pembunuhan, pencurian mobil, dan pembajakan truk yang sedang membawa barang. Dia memiliki nama panggilan “Lanmo Sanjou,” yang artinya “kematian tidak tahu hari apa dia datang”.

Sedikitnya 328 penculikan dilaporkan ke Kepolisian Nasional Haiti dalam delapan bulan pertama 2021, naik dari 234 pada periode yang sama pada 2020, menurut laporan yang diterbitkan bulan lalu oleh Kantor Terintegrasi PBB di Haiti atau BINUH.

Rekomendasi