Pemberontak Suriah sepakat menyerah tinggalkan wilayah Dataran Tinggi Golan

Pemberontak Suriah sepakat menyerah tinggalkan wilayah Dataran Tinggi Golan. Kesepakatan ini mencakup gencatan senjata, penyerahan senjata berat dan sedang, dan mengembalikan institusi pemerintahan di wilayah itu.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Pemberontak Suriah sepakat menyerah tinggalkan wilayah Dataran Tinggi Golan
serangan udara di Dataran Tinggi Golan. ©Atef Safadi/EPA

Pemberontak Suriah yang menguasai Provinsi Quneitra, dekat perbatasan Dataran Tinggi Golan yang dikuasai Israel, kini tengah bersiap meninggalkan wilayah itu sebagai bentuk kesepakatan dengan pemerintah Suriah. Kesepakatan ini diperantarai oleh Rusia. Quneitra adalah wilayah kecil berbentuk bulan sabit yang terbentang di sepanjang perbatasan Golan yang dikuasai Israel.

"Kami menunggu dimulainya evakuasi ini dan insya Allah itu dilakukan hari ini," kata Hammam Dbayat, gubernur Quneitra kepada kantor berita Reuters.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah (SOHR) mengatakan, pemberontak yang sebelumnya menguasai sebagian besar Quneitra selama beberapa tahun akhirnya menyerahkan wilayah itu kepada militer Suriah sebagai bentuk kesepakatan.

"Kesepakatan ini mencakup gencatan senjata, penyerahan senjata berat dan sedang, dan mengembalikan institusi pemerintahan di wilayah itu," kata Kepala SOHR Rami Abdul Rahman, seperti dilansir laman Al Araby, Jumat (20/7).

Dengan perjanjian ini maka militer Suriah akan kembali menguasai wilayah Quneitra seperti sebelum konflik meletus pada 2011.

Media pemerintah Suriah, SANA, mengatakan para pemberontak dan keluarga mereka di Quneitra bisa meninggalkan wilayah itu menuju Idlib atau menyerah pada kekuasaan pemerintah.

Dengan kembalinya Quneitra ke tangan militer Suriah maka ini menandai kemenangan berarti bagi rezim Assad yang sejak bulan lalu melancarkan operasi gencar untuk menguasai kembali wilayah sebelah selatan Suriah.

Rekomendasi