Orangtua di Australia dibuat resah dengan munculnya petugas sosial palsu
Merdeka.com - Kepolisian Australia tengah sibuk menyelidiki kasus yang membuat orangtua di Australia resah. Baru-baru ini seorang ibu yang memiliki bayi dikunjungi oleh dua orang yang berpenampilan layaknya pekerja sosial kesejahteraan anak. Petugas itu pun memasuki rumah dan memeriksa bayi miliknya.
Petugas yang diduga palsu itu, terdiri dari dua orang yakni laki-laki dan perempuan, kemudian meyakinkan sang ibu bahwa mereka dari pihak berwenang yang ditugaskan melakukan pendataan.
Seperti dilansir dari laman BBC, sang ibu mengatakan kepada mereka, bahwa kedua anaknya yang masih bayi itu tertidur dan memintanya kembali di lain waktu. Namun petugas itu memaksa untuk memeriksa bayi tersebut. Mereka kemudian memeriksa anak-anak dan kamar tidur, sebelum akhirnya meninggalkan rumah.
Merasa curiga, sang ibu pun menghubungi pihak kepolisian dan menceritakan hal yang baru saja dialaminya.
Otoritas Kesejahteraan menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang tidak melakukan sensus penduduk, dan memastikan bahwa petugas tersebut palsu. Mereka meminta kepada masyarakat untuk melapor ke pihak berwajib jika menemukan hal mencurigakan.
Pihak kepolisian New South Wales kemudian mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Pasalnya para penipu itu terlihat sangat meyakinkan.
Dia mengatakan semua pekerja sosial kesejahteraan membawa identifikasi foto yang menunjukkan nama, jabatan dan logo agensi mereka.
Polisi New South Wales menyebutkan bahwa keluarga tersebut belum pernah berurusan dengan petugas kesehatan atau polisi sebelum insiden di Queanbeyan, dekat Canberra, Jumat (9/2) terjadi.
Kepala Inspektur Neil Gray mendesak masyarakat untuk waspada, meski tidak ada laporan insiden serupa di wilayah tersebut.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya