Mufti Agung Suriah Ahmad Badreddine Hassoun menyatakan kepada sebuah saluran televisi Suriah dirinya memilih Bashar al-Assad sebagai "penetapan perintah Nabi Muhammad".
Dalam laporan televisi beredar di Internet, Hassoun mengklaim Nabi Muhammad menyatakan "tentara Suriah agar layak mendapat dukungan para pengikutnya", seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (10/6).
Dia menerjemahkan hadis itu dengan mengatakan sebagai perintah yang secara tegas untuk mendukung militer Suriah. Hassoun menjelaskan dengan memberikan suara untuk Assad maka akan membayar penghormatan kepada "para martir telah meninggal demi melindungi Suriah".
Hassoun juga mengingatkan pemirsa tentang pengumuman Assad "konflik Suriah akan menjadi pertempuran panjang dan kita akan tetap berhasil".
Pernyataan Hassoun itu dipandang sebagai sebuah tampilan bagaimana agama bisa terkait dengan wacana politik di Suriah.
Ini bukan dukungan pertama Hassoun terhadap militer Suriah. Pada 2013, dia menegaskan kesucian dalam mendukung Assad.
Dia menyebutnya sebagai "kewajiban agama" yang harus dilakukan semua umat Islam baik di dalam dan di luar Suriah. Hassoun membuat pernyataan itu setelah mengeluarkan sebuah fatwa agar kaum muslim memberikan bantuan kepada Assad demi melawan para pemberontak.
Dalam sebuah pernyataan disiarkan televisi pada 2013, Hassoun menganjurkan para orang tua di Suriah agar mendorong anak-anak mereka untuk bergabung dengan tentara Suriah.
Dia lalu menghibur para orang tua dengan menjelaskan bahwa anak-anak mereka "tidak akan dibunuh, namun dihargai oleh Tuhan".