Rumania menghadapi masalah dalam negeri cukup merepotkan hingga membuat polisi, paramiliter, bahkan tentara turun tangan. Negara itu tengah dipusingkan dengan menjulangnya populasi beruang berbulu coklat tebal.
Surat kabar the Guardian melaporkan, Senin (20/10), beberapa bulan terakhir beruang-beruang ini bahkan tidak takut-takut lagi keluar hutan menuju kota demi mencari makan. Politisi senior Rumania Csaba Borboly mengatakan hewan ini sering merusak benda-benda ditaruh di taman.
"Masalah ini harus mengikutsertakan lembaga negara khususnya polisi hingga militer," ujar Borboly.
Borboly juga mengatakan pemerintah sudah menaikkan kuota pembunuhan beruang selama setahun dan kali ini angkanya tertinggi sepanjang sejarah Rumania yakni 550 beruang.
Angka ini naik dua pertiga dari kuota dua tahun lalu. Metode berburu masih diandalkan untuk mengendalikan populasi beruang di Rumania. Menurut para pemburu ini bisnis yang menguntungkan sebab terbukti hewan ini bisa sangat berbahaya bagi manusia dan juga merusak harta benda mereka.
Namun pemerintah perlu menerapkan dengan teliti ciri-ciri beruang bisa diburu. Mereka menghimbau agar tidak sembarangan membunuh hewan ini apalagi masih usia anak-anak.
Populasi beruang coklat Rumania diperkirakan sekitar 8.000 namun ada yang menyebutnya hanya 6.000. Memang sedikit sulit menghitung jumlah pasti lantaran banyak beruang lari dari hutan.