Jaksa Prancis Selidiki Dugaan Pangeran Saudi Sekap Tujuh Perempuan di Apartemennya

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi pada 2008, 2013, dan 2015 di sebuah apartemen di pinggiran Neuilly-sur-Seine, sebelah barat Paris.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Jaksa Prancis Selidiki Dugaan Pangeran Saudi Sekap Tujuh Perempuan di Apartemennya
Arab Saudi. © Religion.info

Kantor Kejaksaan di Kota Nanterre, Prancis, kemarin mengatakan mereka tengah menyelidiki dugaan seorang pangeran Arab Saudi menyekap tujuh pembantu perempuannya di sebuah apartemen di pinggiran Prancis.

Penyelidikan kasus perdagangan manusia dilakukan setelah seorang di antara perempuan itu, sebagian asal Filipina, mengadukan keluhan mereka pada Oktober 2019.

Laman France24 melaporkan, Selasa (6/7), para pembantu atau asisten rumah tangga sang pangeran itu direkrut di Arab Saudi dan menurut sumber yang mengetahui kasus ini, para pembantu itu bekerja pada keluarga sang pangeran di Saudi dan di Prancis.

Mereka kemudian melarikan diri ketika berada di Prancis.

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi pada 2008, 2013, dan 2015 di sebuah apartemen di pinggiran Neuilly-sur-Seine, sebelah barat Paris.

Jaksa menerima laporan pengakuan dari para perempuan itu sepekan lalu, namun sang pangeran belum bisa dimintai keterangan karena dia sedang tidak berada di Prancis, kata sumber itu.

Para perempuan yang dianiaya itu mengaku mereka ada yang disuruh tidur di lantai dan tidak diberi waktu istirahat makan karena harus mengurus keempat anak si pangeran, kata harian Le Parisien.

"Pertama kali bertemu dengan para perempuan itu yang mengejutkan adalah melihat betapa mereka kelaparan. Mereka menangis menahan lapar," kata Anick Fougeroux, kepala LSM, SOS Esclaves, kepada Le Parisien.

Rekomendasi