Perempuan bernama Alexandra Souverneva, 30 tahun, di Amerika Serikat ditangkap karena memicu sebuah kebakaran yang menghancurkan 144 gedung, membuat ribuan orang dievakuasi, gara-gara dia sedang mencoba memasak air. Demikian dikatakan pejabat California Utara.
Pihak berwenang mengatakan wanita tersebut bisa menghadapi sembilan tahun di penjara negara bagian dan mungkin dapat menghadapi tuduhan lebih lanjut karena saat ini kebakaran masih terjadi dan penyelidikan sedang berlangsung.
Peristiwa Kebakaran yang dikenal dengan nama Fawn Fire itu terjadi pada 22 September. Saat Senin sore, sekitar 60 persen api sudah teratasi, lapor CNN. Si jago merah telah melalap lebih dari 8.500 hektar tanah dan memaksa Gubernur Gavin Newsom untuk mengumumkan keadaan darurat di daerah Shasta.
"Kami sadar adanya kemungkinan kebakaran tambahan di daerah kami yang mungkin terkait dengan dia sama seperti tuduhan pada kebakaran yang lain, di seluruh negara bagian," jelas Jaksa Distrik Stephanie Bridgett pada konferensi pers Jumat lalu.
"Kantor saya tidak akan segan untuk menuntut [siapa saja] yang sengaja atau sembarangan menyalakan api," kata dia, seperti dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa (29/9).
"Sangat sulit untuk memahami bencana seperti ini, rupanya, bukan bencana alam, tetapi kami memiliki tersangka, dan ini mungkin kasus pembakaran," jelas Sheriff Kabupaten Shasta Michael Johnson dalam pertemuan komunitas di hari Sabtu, lapor NBC.
Souverneva yang juga seorang guru yoga mengaku tidak bersalah.
Perempuan itu sedang mendaki menuju Kanada pada 22 September dan terlihat di Komunitas Mountain Gate di California Utara. Waktu itu dia diberitahu untuk dilarang berada di tempat itu oleh karyawan komunitas, namun dia terus berjalan, jelas petugas pemadam kebakaran.
Ketika dia haus, dia menghampiri genangan air di dasar sungai yang kering, sehingga dia mencoba menyaringnya dengan kantong teh. Metode ini tidak berhasil sehingga dia mencoba membuat api agar dia dapat memasak air.
"Dia mengatakan tetap meminum air tersebut dan melanjutkan perjalanan ke atas bukit dari dasar sungai yang kering."
Souverneva kemudian terjebak di semak-semak dan memanggil departemen kebakaran. Dia dirawat untuk dehidrasi dan kemudian diinterogasi oleh Cal Fire ketika dia diduga mengatakan kepada mereka bahwa dia berusaha menyalakan api. Dia lantas ditahan.
Perempuan itu diketahui membawa korek api, pemantik CO2 dan "benda putih yang mengandung zat berdaun hijau," menurut laporan pengaduan.
Uang jaminannya diputuskan sebesar USD 150.000 (sekitar Rp. 2 miliar) dan dijadwalkan akan disidang pada 5 Oktober.
Reporter magang: Ramel Maulynda Rachma