Banjir akibat badai mematikan Florence lumpuhkan Carolina Utara

Badai mematikan Florence di Carolina Utara telah merusak sebagian wilayah Wilmington serta ribuan rumah. Badai ini berpotensi meningkatkan banjir yang lebih parah. Sampai saat ini, jumlah korban tewas mencapai 17 orang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir akibat badai mematikan Florence lumpuhkan Carolina Utara
Badai Florence. ©REUTERS/Jonathan Drake

Badai mematikan Florence di Carolina Utara telah merusak sebagian wilayah Wilmington serta ribuan rumah. Badai ini berpotensi meningkatkan banjir yang lebih parah. Sampai saat ini, jumlah korban tewas mencapai 17 orang.

Dari catatan Dinas Cuaca Nasional, dilansir Reuters, Senin (17/9), intensitas hujan akibat badai Florence meningkat sekitar 100 cm sejak Kamis. Tingginya intensitas hujan membuat banjir meluas dari Carolina Utara hingga ke sebelah timur Carolina Selatan.

"Belum pernah terjadi badai semembahayakan sekarang," ungkap Gubernur Carolina Utara Roy Cooper dalam sebuah konferensi pers.

Ketinggian air sungai terus meningkat. Diperkirakan puncaknya hari ini atau besok.

Menurut Cooper, lebih dari 900 orang berhasil diselamatkan. Sebanyak 15.000 orang tetap berada di tempat pengungsian.

Penyelamatan dilakukan dengan perahu cepat di Wilmington, sebuah kota dengan 117.000 penduduk di semenanjung antara Sungai Cape Fear dan Samudra Atlantik. Mayor Bill Saffo di WHQR radio menyatakan, tim penyelamatan harus memotong pohon tumbang dan kabel listrik agar bisa menyelamatkan para korban

"Tidak ada jalan ke Wilmington karena banjir yang terjadi."

Dinas Cuaca Nasional memperingatkan adanya potensi banjir bandang di area tersebut pada Selasa pagi. Pemerintah juga mengimbau setiap warga dievakuasi menjauh.

Rekomendasi