YLKI Desak Pemerintah Jaga Keamanan Pasokan Pangan Selama Ramadan

Jumat, 26 April 2019 15:28 Reporter : Dwi Aditya Putra
YLKI Desak Pemerintah Jaga Keamanan Pasokan Pangan Selama Ramadan Tulus Abadi. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi meminta pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri mendatang. Sebab, pada momen tersebut biasanya akan terjadi lonjakan permintaan bahan pangan sekitar 20-30 persen.

"Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan Kementerian Pertanian dan Bulog harus mampu meyakinkan pasar (publik), bahwa pasokan bahan pangan dalam keadaan cukup, sampai Hari Lebaran. Termasuk untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan," kata Tulus melalui keterangan resminya, Jumat (26/4).

Tulus mengatakan pemerintah juga harus mampu menjaga serta melancarkan arus distribusi barang. Sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, akibat gangguan distribusi.

Oleh karena itu, YLKI mendesak Kementerian Perdagangan untuk mampu mengendalikan pelaku pasar besar, agar tidak menjadikan momen bulan puasa untuk mengeksploitasi konsumen dengan kenaikan harga yang ugal-ugalan.

"Oleh karenanya kontrol pasar secara ketat termasuk menjaga kelancaran arus distribusi barang, akan berkontribusi signifikan terhadap harga," katanya.

Tulus menegaskan jika pemerintah akan melakukan operasi pasar untuk menurunkan harga, maka sasarannya harus jelas dan terukur. Ukurannya bukan seberapa banyak komoditas yang dilepas ke pasar, tetapi seberapa banyak masyarakat rentan yang akan terdampak dari operasi pasar tersebut. "Operasi pasar jangan hanya menjadi proyek saja" imbuh dia.

Di samping itu, YLKI juga mendorong Badan POM dan juga Dinkes untuk meningkatkan pengawasan pasar, guna memberikan jaminan bahwa selama bulan puasa komoditas bahan pangan yang beredar adalah bahan pangan yang aman. Seperti misalnya yang tidak terkontaminasi bahan-bahan berbahaya, dan bukan komoditas yang kadaluwarsa, atau bahkan mendekati kadaluwarsa.

"Harus diwaspadai adanya perilaku nakal pelaku usaha, yang melepas barang rusak atau kadaluwarsa ke pasaran, karena memanfaatkan momen melonjaknya permintaan terhadap komoditas pangan," jelasnya.

Terakhir dia mengimbau masyarakat agar menjaga konsumsi secara wajar, jangan melebihi kebutuhan harian yang terlalu tinggi. Sebab, perilaku konsumsi yang demikian akan mengakibatkan adanya distorsi pasar, seperti kelangkaan dan kemudian memicu kenaikan harga secara tidak wajar.

"YLKI juga mendorong masyarakat melakukan pengawasan di lapangan untuk memonitor pelaku usaha yang nakal dan melakukan pelanggaran. Pelanggaran tersebut harus segera dilaporkan ke kanal-kanal pengaduan yang tersedia, seperti Kemendag, Dinas Perdagangan, Balai POM, dan lain-lain," tutupnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini