Wow, 127,8 Kg Sampah Terkumpul! BPOLBF & UPH Gelar Gerakan Wisata Bersih Dukung Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo

BPOLBF dan UPH berkolaborasi dalam Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Labuan Bajo, mengumpulkan 127,8 kg sampah demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan Labuan Bajo dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wow, 127,8 Kg Sampah Terkumpul! BPOLBF & UPH Gelar Gerakan Wisata Bersih Dukung Pariwisata Berkelanjutan Labuan Bajo
BPOLBF dan UPH berkolaborasi dalam Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Labuan Bajo, mengumpulkan 127,8 kg sampah demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan Labuan Bajo dan meningkatkan kesadaran lingkungan. (AntaraNews)

Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) baru-baru ini menggelar aksi nyata untuk mendukung pariwisata berkelanjutan Labuan Bajo. Kolaborasi ini terwujud dalam kegiatan Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang berfokus pada pembersihan sampah di Pantai Binongko, Labuan Bajo.

Aksi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan destinasi wisata. Inisiatif ini sejalan dengan Gerakan Nasional Pariwisata Bersih yang diusung oleh Kementerian Pariwisata, bertujuan menciptakan pariwisata Indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Pantai Binongko tersebut, sebanyak 127,8 kilogram sampah residu berhasil dikumpulkan oleh para peserta. Sampah-sampah ini kemudian diangkut dan dibuang secara bertanggung jawab ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Warloka oleh Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat.

Membangun Kesadaran untuk Pariwisata Berkelanjutan

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF, Dwi Marhen Yono, menegaskan bahwa Gerakan Wisata Bersih memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan pantai. "Gerakan Wisata Bersih ini bukan hanya tentang kegiatan bersih pantai, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah fondasi utama pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo,” ujarnya di Labuan Bajo.

Marhen Yono menambahkan, melalui GWB, diharapkan dapat terbentuk komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan. Komitmen ini esensial untuk menjaga kelestarian alam Labuan Bajo dan menjadikannya teladan dalam penerapan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata.

Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan di destinasi pariwisata sangat diperkuat melalui inisiatif semacam ini. Semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan destinasi wisata menjadi kunci untuk mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Aksi Nyata dan Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan Gerakan Wisata Bersih di Pantai Binongko membuktikan komitmen BPOLBF dan UPH dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. Sebanyak 127,8 kilogram sampah residu yang terkumpul menunjukkan skala permasalahan sampah yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Penanganan sampah tersebut dilakukan dengan membuangnya ke TPA Warloka oleh Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat.

Partisipasi dalam kegiatan ini sangat beragam, melibatkan berbagai pihak penting. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenpar serta Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kementerian Koordinator Perekonomian. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap inisiatif lokal ini.

Selain itu, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, perwakilan Badan Otorita Borobudur (BOB), serta perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Sulawesi Tenggara turut berpartisipasi. Organisasi perangkat daerah (OPD) Manggarai Barat, Kodim 1630 Manggarai Barat, komunitas lokal, dan pelaku industri pariwisata juga aktif terlibat, memperkuat semangat kolaborasi untuk pariwisata berkelanjutan Labuan Bajo.

Dukungan luas dari berbagai sektor ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk terus mendorong program-program serupa. Dengan demikian, visi Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas yang bersih, indah, dan lestari dapat terwujud secara konsisten dan berkelanjutan di masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi