Waspadai potensi melebarnya kesenjangan ekonomi
Merdeka.com - Asian Development Bank (ADB) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi pelemahan pertumbuhan ekonomi nasional. Ini penting lantaran bisa berdampak pada semakin lebarnya tingkat kesenjangan.
"Begitu kita tumbuh di bawah 6 persen, kemiskinan naik setengah juta orang," ujar Deputy Country ADB Edimon Ginting di Jakarta, Selasa (1/4).
Edimon mengatakan, kesenjangan dapat dikurangi dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi sejalan dengan peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.
"Untuk mengurangi kemiskinan, maka pertumbuhan ekonomi harus di atas 6,0 persen," ungkap dia.
Ekonom Prianto Aji mengatakan, pemerintah dapat membuat kebijakan fiskal untuk mengurangi kesenjangan. Salah satunya dengan mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran ke pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
"Kuncinya bagaimana membuat opportunity bisa menjadi milik semua orang, tidak hanya orang kaya tetapi juga orang miskin," ungkap dia.
Lebih lanjut, kesenjangan ekonomi harus mendapat perhatian utama dari pemerintah. Jika tidak, maka dapat membawa dampak buruk bagi kondisi nasional.
"Ini akibat kelemahan sistem ekonomi kita, kesenjangan dapat menjadi masalah berupa konflik sosial," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya