Wapres Ma'ruf Amin Kritik Pengelolaan Zakat Belum Optimal Kurangi Ketimpangan

Selasa, 5 November 2019 12:31 Reporter : Aksara Bebey
Wapres Ma'ruf Amin Kritik Pengelolaan Zakat Belum Optimal Kurangi Ketimpangan maruf amin. ©muidkijakarta.or.id

Merdeka.com - Pengelolaan zakat secara optimal bisa menjadi variabel penutup terjadinya ketimpangan ekonomi di masyarakat. Sayangnya, potensi ini belum tergarap secara optimal.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Maruf Amin membuka acara pertemuan tahunan dan konferensi internasional World Zakat Forum tahun 2019 di Hotel Crown, Kota Bandung, Selasa (5/11).

Dalam konteks Indonesia, diperkirakan potensi zakat yang bisa dikelola mencapai Rp230 triliun. Dari angka itu, realisasi yang bisa dimanfaatkan baru 3,5 persen atau Rp8 triliun saja.

"Masih sangat besar potensi zakat yang belum terkelola. Saya mendapat laporan bahwa dalam 5 tahun terakhir pengumpulan zakat nasional kita tumbuh sekitar 24 persen. Meskipun telah bertumbuh cukup baik, tapi perlu untuk dilakukan terobosan agar lebih baik lagi, karena masih sangat jauh dari potensi zakat yang ada," kata Maruf.

Dia berharap forum ini menjadi ajang tukar pengalaman dan mencari solusi mengenai pengelolaan zakat yang belum optimal. Berbagai upaya perlu dilakukan secara berkala.

Selama ini tata kelola pengumpulan, pengelolaan, dan penyaluran zakat yang dilakukan oleh badan Amil Zakat dan Lembaga Amil Zakat sudah cukup baik. Tapi diperlukan inovasi, misalnya, melalui penggunaan teknologi informasi berbasis digital dalam pengelolaan zakat. Ini untuk menumbuhkan kepercayaan yang semakin tinggi.

"Tata kelola manajemen yang baik merupakan kunci utama dalam mendorong peningkatan upaya pengumpulan zakat. Perbaikan teta kelola ini bisa melalui penyempurnaan sistem manajemen, peningkatan kapasitas pengelola, serta sistem monitoring dan evaluasi yang baik," terang dia.

Ma'ruf Amin berharap, zakat tidak hanya sekadar diterima, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktivitas dan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi bagi pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kerja sama dengan dunia usaha, pengembangan UMKM, pengembangan kapasitas penerima zakat adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan.

"Dalam kaitan ini, banyak muzakki menginginkan agar pengalokasian zakatnya diutamakan untuk mustahiq yang berada di daerah sekitar rumah tinggalnya. Tuntutan ini harus segera dicarikan jalan keluar," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Pengelolaan Zakat Manfaatkan Teknologi

Menurut Ma'ruf Amin, penggunaan teknologi dalam institusi zakat dapat meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi manajemen perzakatan serta akan meningkatkan kredibilitas lembaga zakat. Dari perspektif lembaga zakat sendiri, penggunaan teknologi mempermudah proses pemasaran, penggalangan dana, dan pemetaan pendistribusian dana zakat yang akurat.

"Bagi wajib zakat (muzakki), keberadaan teknologi akan mempermudah dalam pembayaran zakat, dan memungkinkan mereka untuk memonitor pendistribusian dana zakat yang diserahkan," ucap dia.

Sebagai regulator, pemerintah akan memfasilitasi proses pengembangan manajemen perzakatan berbasis teknologi dengan menerbitkan peraturan-peraturan terkait digitalisasi zakat yang dapat diaplikasikan di lembaga zakat.

Meskipun telah tersedia platform digital, peningkatan pemanfaatan teknologi harus terus dilakukan. Setidaknya ada tiga area yang memerlukan peningkatan pemanfaatan teknologi yaitu:

Pemanfaatan teknologi digital untuk peningkatan kesadaran wajib zakat akan meningkatkan efektivitas edukasi tentang zakat. Penggunaan teknologi digital memungkinkan pesan-pesan mengenai kewajiban zakat dapat lebih menjangkau masyarakat. Tetapi tetap harus dikemas dengan bentuk yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Pemanfaatan teknologi digital untuk proses pengumpulan zakat diharapkan memberikan kemudahan bagi Muzzaki. Yang ada saat ini cukup baik, tetapi perlu ditingkatkan, terutama kerjasama dengan berbagai platform pembayaran digital, agar semakin banyak pilihan bagi para wajib zakat untuk melakukan pembayaran zakat.

Pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan penyaluran zakat, sehingga masyarakat wajib zakat dapat mengetahui bentuk pengelolaan dan penyaluran. Hal ini bertujuan untuk mendorong transparansi pengelolaan zakat dan meningkatkan kredibilitas lembaga amil zakat.

"Saya mengetahui, Baznas terus melakukan serangkaian upaya untuk mengakselerasi peningkatan pengelolaan zakat nasional. Upaya perbaikan tersebut dilakukan secara terus menerus di berbagai aspek," jelasnya. [idr]

Baca juga:
Bertemu Ketua Baznas, Wapres Ma'ruf Bahas Pengelolaan Zakat Digital
Potensi Zakat Triliunan, Kepala Daerah Diminta Keluarkan Aturan Soal Penarikan
Cerita Dirut IZI Beratnya Medan Saat Salurkan Paket Ramadan di Singkawang dan Sambas
Jokowi Sebut Perpres ASN Bayar Zakat ke Baznas Tergantung Menag
Presiden Jokowi Serahkan Zakat Mal di Istana Negara

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini