Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres JK Kritik Pembangunan Jalur LRT Melayang di Luar Kota

Wapres JK Kritik Pembangunan Jalur LRT Melayang di Luar Kota pembangunan jalur LRT di Tol Jagorawi. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik pembangunan Light Rail Transit (LRT) di daerah yang dibuat melayang. Menurut JK, pembangunan akan lebih efisien jika dibangun di darat atau tidak elevated.

Dia menjelaskan, pembangunan LRT secara elevated seharusnya diterapkan untuk di dalam kota. Untuk luar kota, kontruksi dikatakan tidak perlu dibuat elevated.

"Itu tergantung di mana LRT itu. Kalau LRT itu di tengah kota itu elevated, kalau di luar kota tidak perlu elevated," kata Wapres JK saat ditemui di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (14/1).

Wapres JK mengatakan, pembangunan secara elevated memakan biaya lebih besar dibanding dibuat di bawah dengan cara membebaskan lahan. "Lebih murah membebaskan lahan dari pada membangunnya (elevated)," ujarnya.

Dia juga mengkritik proses pembangunan yang dinilai terlalu lama sehingga membuat pembiayaan membengkak. "Kalau mahal pasti lama," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat bertemu Gubernur DKI Jakarta, Anies Beswedan di rumah dinasnya, Jumat (11/1) pagi.

Dalam pertemuan itu JK berbicara banyak hal, salah satunya terkait efisiensi transportasi di Jakarta.

"Saya baru tadi pagi berbicara dengan Gubernur DKI tentang efisiensi transportasi di Jakarta. Diuraikan bagaimana penggunaan teknologi di dalam sistem transportasi di Jakarta," kata JK saat memberikan sambutan di hadapan para peserta INKINDO di Istana Wapres, Merdeka Selatan, Jumat (11/1).

Sebab itu, para konsultan harus terus memahami teknologi. JK mencontohkan pembangunan LRT Jabodebek dengan elevated yang hanya berada di samping jalan tol. Menurut JK, model pembangunan seperti itu tidak efisien.

"Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?," ucap JK.

Menurutnya, di sejumlah negara, pembangunan LRT tidak di bangun bersebelahan dengan jalan tol. Pembangunan jalur layang justru akan membuat biaya semakin membengkak. "Biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu. Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer," kata JK.

Apalagi, kata JK, proyek LRT itu berada di lingkar luar Ibu Kota, dan bukan berada dalam wilayah permukiman. "Terkecuali dalam kota. Kalau luar kota, lahan masih murah kok. Masa, penduduk tidak ada, kenapa mesti elevated di luar kota. Kapan kembalinya (untung) kalau dihitungnya seperti itu," lanjut JK.

Karena itu kata JK perlu pemikiran yang matang untuk membangun efisiensi transportasi. "Kecuali kalau wilayahnya sudah betul-betul sangat padat ya kan. Itu berbeda. Itu banyak hal-hal seperti itu yang dibutuhkan pemikiran-pemikiran yang baik di antara kita semua," kata dia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP