Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Walhi Sayangkan Tak Ada Kepedulian Presiden Jokowi Pada Isu Lingkungan

Walhi Sayangkan Tak Ada Kepedulian Presiden Jokowi Pada Isu Lingkungan Aktivis Greenpeace yang pasang spanduk di Patung Selamat Datang diamankan polisi. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Nur Hidayati, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak serius dalam menangani isu lingkungan hidup. Menurutnya, itu tercermin dalam isi pidato yang di sampaikan Presiden Jokowi pada pelantikannya di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

"Pidato presiden tidak menyebutkan sama sekali isu lingkungan hidup. Banyak disebutkan investasi. Menurut kami sangat menyedihkan. Presiden kita berjarak dengan kenyataan yang dihadapi oleh jutaan bencana ekologis. Kenyataan yang dihadapi oleh anak-anak yang akan jalani kehidupan ke depan," kata Nur saat konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (24/10).

Dia mengatakan bila ditarik lebih jauh ketika masa kampanye, Presiden Jokowi bahkan tidak menyentuh sama sekali isu lingkungan hidup dan keberlangsungan sumber daya alam. Padahal, kedua hal tersebut menjadi penting, utamanya bagi beberapa daerah yang kerap mengalami bencana.

Sementara kenyataannya pada hari ini, kata dia, pernyataan presiden justru lebih banyak menyebutkan masalah investasi. Di mana, beberapa kementerian pun dikonsolidasikan untuk dilebur menjadi satu guna memperlancar investasi masuk ke Tanah Air.

"Ini menunjukan bahwa fakta-fakta yang dihadapi masyarakat tidak jadi pemikiran presiden kita. berbulan-bulan masyarakat di Sumatera dan Kalimantan mengalami kabut asap. Pada saat dia dilantik mereka masih mengalami kabut asap. Jutaan orang berdampak tapi itu tidak disebut. Di dalam berbagai kesempatan presiden tidak menunjukan itu," jelas dia.

Berdasarkan data, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lanjut dia, sampai dengan Juli 2019 lebih dsri 2.300 bencana terjadi di Indonesia. Akibatnya berdampak pada 1,9 juta orang diantaranya ada yang meninggal, mengungsi dikarenakan kehilangan rumahnya.

"Setiap tahun jutaan orang di Indonesia tidak aman. Tidak terjamin hidup bebas dari ancaman bencana. Tahun lalu 10 juta bayangkan setiap tahun," kata dia.

Melihat kondisi tersebut, dia meminta agar Presiden Jokowi membentuk satu kementerian atau badan yang benar-benar khusus untuk menangani isu lingkungan hidup hingga sumber daya alam. Sebab, kenyataannya pada kabinet yang baru dibentuk tidak tercerminkan sama sekali.

Investasi Jokowi Rusak Lingkungan

rusak lingkunganRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menurut dia, investasi yang dipromosikan pemerintah selama ini juga lebih ke sektor industri ekstraktif atau industri yang bahan bakunya diambil langsung dari alam sekitar. Di mana, justru akan semakin merusak lingkungan.

"Yang bencana selalu ada di depan mata. Model ekonomi yang justru memperparah menimbulkan bencana lebih besar. Sangat prihatin," jelas dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP