Tips Terhindar dari Jebakan Pinjaman Online Abal-Abal

Jumat, 26 November 2021 09:23 Reporter : Dwi Aditya Putra
Tips Terhindar dari Jebakan Pinjaman Online Abal-Abal Agar Cepat Cair, Yuk Simak Cara Mengajukan Pinjaman Online ala Duwitmu. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis setidaknya ada 3.515 entitas perusahaan pinjaman online (pinjol) ilegal hingga Oktober 2021. Dengan pertumbuhan yang kian meningkat, OJK pun berangsur membekukan praktik pinjol ilegal yang kian meresahkan.

Kini, hanya ada sekitar 104 perusahaan fintech peer-to-peer lending yang terdaftar dan berizin OJK serta boleh beroperasi secara legal.

Umumnya, korban jeratan pinjol ilegal minim pengetahuan terhadap layanan pembiayaan. Ditambah tengah menghadapi kebutuhan keuangan yang mendesak. Hal ini menjadi penyebab yang membuat masyarakat terjebak dengan janji-janji pinjol ilegal.

Direktur Teknologi Informasi PT Mandala Multifinance Tbk, Felix Nugroho mengatakan, ada baiknya cek dan ricek terlebih dahulu sebelum menentukan kepada siapa dan melalui aplikasi apa akan meminjam.

Dia pun memberikan sejumlah tips untuk masyarakat agar mampu membedakan antara pinjaman online ilegal atau bukan. Ini untuk menghindari risiko buruk ke depannya.

2 dari 3 halaman

Cek Legalitas Pemberi Kredit

pemberi kredit

Dari sekian banyak pemain di industri ini, ada baiknya untuk melakukan pengecekan terlebih dulu tentang legalitasnya. Pengecekan terhadap kredibilitas pemberi kredit ke OJK dapat menjadi langkah awal. Keamanan ini menjadi salah satu prioritas yang dipastikan oleh perusahaan yang menyediakan layanan pembiayaan melalui aplikasi.

Cek Suku Bunga dan Biaya Lainnya: Masuk Akal atau Tidak

Masyarakat juga dapat meneliti berapa suku bunga yang ditawarkan untuk pinjaman yang diajukan, berapa denda keterlambatan dan biaya-biaya lainnya. Jika terkesan terlalu memudahkan apalagi menggampangkan, maka Anda perlu curiga.

Normalnya, pihak peminjam yang legal tidak akan segegabah itu menghitung besaran bunga, seolah seperti hendak meminjamkan secara cuma-cuma karena minimal ada barang atau surat yang dijaminkan.

3 dari 3 halaman

Selektif Terhadap Layanan yang Ditawarkan

layanan yang ditawarkan

Pada tahap akhir dalam memilih pinjaman online, masyarakat harus mencermati dengan saksama mengenai layanan yang ditawarkan serta manfaat dan risikonya. Melihat kembali kebutuhan dan kemampuan sehingga lebih teliti dan kritis terkait biaya, agunan, maupun tenor.

Selain poin-poin di atas, Felix Nugroho pun menyarankan agar masyarakat dapat lebih selektif dengan mencari informasi tentang jumlah pengguna aplikasi pinjaman tersebut.

"Jika sudah banyak masyarakat yang menggunakan aplikasi tersebut, artinya pun sudah ada kepercayaan yang tumbuh terhadap brand itu sendiri," ujar Felix mengakhiri.

  [bim]

Baca juga:
Cegah Masyarakat Terjerat Pinjol Ilegal, Pemerintah Diminta Aktifkan Koperasi
PPATK Susun Strategi Cegah Kerugian Masyarakat dari Pinjol Ilegal
PPATK Sebut Modal Pinjol Ilegal Diduga Berasal Dari Hasil Korupsi hingga Narkoba
PPATK Sebut Pinjol Ilegal Gunakan Skema Ponzi Jerat Utang Nasabah
PN Bandung Tolak Praperadilan Tersangka Pinjol
Polri Koordinasi dengan Kominfo Usut Penjual SIM Card untuk Penagih Pinjol Ilegal
Kemenkop Temukan 52 Koperasi Terindikasi Lakukan Praktik Pinjol Ilegal

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini