Tingkatkan perekonomian Bengkulu, Menperin kembangkan Pelabuhan IPC jadi KEK
Merdeka.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meninjau Indonesia Port Corporation (IPC) Bengkulu, Sabtu (14/4). Pelabuhan milik PT Pelindo itu nantinya akan dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Menurut Airlangga, awalnya pelabuhan tersebut tidak memiliki peti kemas dan tidak bisa dimasuki kontainer. Pelabuhan itu dulu hanya untuk penyeberangan saja. Namun, sekarang pelabuhannya sudah jalan.
Klik foto-fotonya di bawah.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BhjcWe3nbhV/" data-instgrm-version="8" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:50% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div> <p style=" margin:8px 0 0 0; padding:0 4px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/BhjcWe3nbhV/" style=" color:#000; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none; word-wrap:break-word;" target="_blank">Siang tadi saya mengunjungi Indonesia Port Corporation (IPC) Bengkulu, pelabuhan milik PT Pelindo Badan Usaha Milik Negara. Di kawasan ini nantinya akan dibangun kawasan ekonomi khusus (KEK). Pelabuhannya akan ditata kembali dan rencananya sapi impor seperti dari Australia dan India akan masuk melalui pelabuhan tersebut. Harapannya Impor daging akan lebih terorganisir dan lebih mudah di kontrol. Ayo semangat membangun Indonesia #airlanggahartarto #industri4.0 #BersamamuIndonesiamaju</a></p> <p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;">Sebuah kiriman dibagikan oleh <a href="https://www.instagram.com/airlanggahartarto4.0/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px;" target="_blank"> Airlangga Hartarto</a> (@airlanggahartarto4.0) pada <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2018-04-14T14:13:24+00:00">14 Apr 2018 jam 7:13 PDT</time></p></div></blockquote> <script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>
"Nanti pelabuhan ini akan menjadi kawasan ekonomi khusus. Alamnya juga cukup bagus. Tentu diharapkan bisa menopang perekonomian di Bengkulu," kata Airlangga.
Dengan dibangunnya kawasan ekonomi khusus, kata dia, nantinya di pelabuhan tersebut akan berdiri kawasan industri dan karantina untuk hewan. Jadi, seluruh hewan yang masuk ke Indonesia akan melewati pelabuhan itu. "Nanti sapi impor dari Australia dari India akan dicemplungin di sini semua," ujar dia.
Tak hanya itu, kawasan tersebut akan dilengkapi tangki curah kelapa sawit. Ada terminal khusus untuk kelapa sawit. Salah satu komoditas unggulan Bengkulu adalah kelapa sawit.
Sebelum IPC diproyeksikan menjadi kawasan ekonomi khusus, kelapa Sawit dari Bengkulu ini dikeluarkan melalui pelabuhan di Palembang dan Padang. Kini bisa langsung. "Jadi kalau bisa keluar sendiri ini jadi tambahan," ucapnya.
Airlangga memastikan, berdasarkan laporan dari pemerintah daerah Bengkulu, semua lahan untuk kawasan ekonomi khusus itu sudah dibebaskan. Di kawasan ekonomi khusus Bengkulu itu juga akan ada rel kereta api, serta jalan tol. "Jadi ini sudah siap. Gubernur sudah komit dan harus sudah siap," kata dia.
Rencananya sebelum Mei 2018, Presiden Joko Widodo akan meninjau langsung pelabuhan tersebut. "Kebetulan nanti kami akan ada rapat tentang proyek strategis nasional, nanti kami akan sampaikan ini ke Bapak Presiden," ucapnya. (mdk/esy)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya