Tiap tahun, Pertamina impor 775 metrik ton aspal
Merdeka.com - PT Pertamina mengungkapkan setiap tahun harus mengimpor aspal untuk memenuhi kebutuhan permintaan dalam negeri. Pasalnya, kilang yang perseroan miliki di Cilacap hanya mampu memproduksi aspal sebesar 345.000 metrik ton per tahun.
"Domestik demand (permintaan) 1,1 juta metrik ton per tahun, produksi kilang cilacap 345.000 metrik ton, sisanya dipenuhi impor," jelas Manager Bitumen Trading Pertamina Joko Pitoyo di gedung pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (29/6).
Menurut Joko, Pertamina mengimpor dari negara-negara Asean, Timur Tengah, Tibet dan Korea. Dia tidak bisa mengungkapkan kepastian harga per metrik tonnya karena melalui proses tender.
Minimal harga per metrik tonnya, dia memprediksi sekitar USD 648 per metrik ton. Joko memastikan harga tersebut tergolong lebih rendah dari harga jual di dalam negeri.
Selain di Cilacap, Pertamina juga memiliki loco depot di Gresik. Di mana masing-masing harga jual ke konsumen berbeda.
"Harga per metrik tonnya ada beberapa harga, di Gresik karena di angkut dari Cilacap sehingga membutuhkan cost. Harga di Cilacap USD 655 per metrik ton, sedangkan harga di Gresik USD 686 per metrik ton," papar Joko. (mdk/bmo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya