Tekan Biaya Logistik, Pemerintah Diminta Bangun Klaster Permukiman Sekitar Tol
Merdeka.com - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lukman mengatakan pembangunan infrastruktur tol yang dilakukan pemerintah sudah tepat. Namun, untuk lebih menekan biaya logistik, terdapat beberapa hal yang perlu dibangun khususnya terkait klaster permukiman di sekitar kawasan tol.
Selama ini, tantangan bagi pelaku industri logistik adalah permukiman masyarakat yang tersebar tidak teratur, sehingga mengakibatkan proses distribusi logistik menjadi lebih panjang.
"Kalau klaster kan lebih enak. Kalau lewat jalan biasa kan tempat paling ujung dapat harga paling mahal. Tapi kalau klaster kan lebih efisien bisa menekan 3 sampai 4 persen biaya operasional. Nah ke depan pemerintah perlu menerapkan infrastruktur mendukung klaster di kawasan tol," kata dia, di Jakarta, Jumat (12/4).
Menurut Kyatmaja, kehadiran tol yang selama ini telah dibangun pemerintah akan mendukung terbentuknya klaster permukiman. Nantinya di klaster-klaster tersebut dapat ditempatkan satu gudang untuk menampung dan kemudian mendistribusikan logistik. Hal ini akan sangat membantu dalam menekan biaya logistik.
"Dengan adanya tol dengan exit-exit jadi fondasi untuk membangun sebuah kota. Kalau terkluster kita taruh di tengah dia akan main di satu kota itu dan secara volume juga dapat," ungkapnya.
Langkah ini, kata dia, sudah dilakukan di negara-negara maju sebagai upaya untuk menekan biaya logistik. "Kalau di Eropa. Di keluar-keluar pintu high way itu ada klaster-klaster pemukiman. Kalau sepanjang jalan nanti disini murah, makin mahal, makin mahal," lanjut dia.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya