Tarif Damri Bandara Soekarno-Hatta Naik Hingga Rp15.000 per 22 Desember 2019
Merdeka.com - Harga tiket atau tarif Damri Angkutan resmi naik per 22 Desember 2019. Adapun kenaikan tarif Damri tersebut rata-rata berkisar Rp10.000 sampai Rp15.000 untuk setiap rute. Hal ini sesuai dengan surat keputusan nomor 3956.00/PR.302/SKU/00/DU/2019 mengenai penyesuaian tarif DAMRI Angkutan Bandara Soekarno-Hatta.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, turut berkomentar terkait naiknya tarif perjalanan Damri Angkutan Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, kenaikan tarif tersebut sudah sesuai dengan perhitungan matang perusahaan.
"Saya pikir mereka melakukan (kenaikan) itu sudah riset," kata Menhub Budi ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (22/12).
Menhub Budi mengatakan, selama kenaikan itu masih di batas wajar maka tidak masalah. Hanya saja, apabila kenaikan mencapai dua kali lipat maka perlu dipertimbangkan.
"Kita liat semua juga naik. Jadi nanti kalau tarifnya naik tidak signifikan mestinya oke lah. Tapi kalau naiknya 2 kali lipat kita marahin dia," jelas dia.
Dia menambahkan, untuk besaran tarif sendiri bukan masuk ke ranah Kementerian Perhubungan. Hal itu merupakan murni kebijakan dari perusahaan. Dia juga memandang selama ini bisnis industri sudah cukup bertahan, sehingga perlu ada kenaikan tarif.
"Kalau namanya tarif komersial (Damri) itu bukan Kemenhub itu bisnis to bisnis tapi jangan sampai merugikan masyarakat," tandasnya.
Operasional Tanpa Kenek, Damri Klaim Pendapatan Naik 40 Persen
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPerum Damri mengklaim operasional bus tanpa menggunakan kondektur atau kenek membuat pendapatan bus rute Bandara Internasional Soekarno-Hatta naik hingga 40 persen. Hal ini juga didorong oleh sistem tiket elektronik, demikian dikutip Antara.
"Sistem tiket elektronik Damri merupakan kebijakan penting Damri untuk mengendalikan pendapatan. Ternyata tanpa helper on board (kondektur), pendapatan bus Bandara Soekarno-Hatta meningkat per harinya, bahkan hingga mencapai 40 persen," kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin, Yogyakarta, Sabtu (6/7).
Pernyataan tersebut menyusul unjuk rasa pengemudi Damri Bandara Soekarno-Hatta yang berlangsung Jumat (5/7) dengan tuntutan para kondektur lama diposisikan kembali di dalam bus.
Setia mengatakan dirinya langsung menemui mereka dengan maksud menjelaskan kebijakan perusahaan dan untuk mendapatkan titik temu.
Damri menetapkan kebijakan terkait kondektur sebagai berikut, yakni perusahaan sedang dan terus mengembangkan dan melaksanakan penggunaan sistem tiket elektronik (electronic ticketing system).
"E-tiket bukan hanya merupakan pilihan tetapi suatu keharusan. Teristimewa di lokasi Bandara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II sudah sedemikian gencar dengan digitalisasi, kebijakan Damri tentunya selaras dengan kebijakan AP II dan tuntutan zaman," kata Setia.
Kedua, dengan sistem e-tiket, layanan kondektur di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan, namun perlu digarisbawahi bahwa layanan mereka tidak pernah dihilangkan. Layanan kondektur dipindahkan dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board).
"Sesuai dengan fungsinya, para kondektur Damri disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik pemberangkatan dan titik-titik kedatangan. Dengan demikian tidak ada pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi kondektur," katanya.
Di lain pihak, lanjut Setia, Damri melakukan pembenahan status kondektur dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status sesuai aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh pengemudi.
"Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang kondektur, hanya 90 orang yang lulus. Yang lulus tes seharusnya bisa langsung bekerja, namun mereka mengundurkan diri, terprovokasi oleh rekan-rekannya yang tidak lulus dan melakukan protes," katanya.
Agar layanan kondektur off board segera tersedia, Damri kemudian bekerja sama dengan perusahaan outsourcing untuk segera menyediakan kondektur sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Dengan demikian kondektur lama dapat bekerja kembali melalui perusahaan outsourcing apabila lolos persyaratan.
"Titik temu antara manajemen Damri dengan pengemudi yang demo kemarin sebenarnya sudah dicapai, yaitu jumlah helper off board akan ditambah, dan untuk rute-rute sibuk akan diberikan helper on board," katanya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya