Tak sanggup jual daging Rp 80.000 per Kg, Importir tak akan diberi izin Kemendag

Senin, 9 April 2018 16:43 Reporter : Merdeka
Harga Daging Sapi. ©2012 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengancam tidak akan memberi izin impor kepada pengusaha atau importir yang tidak sanggup menjual daging beku seharga Rp 80.000 per Kg. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga stabilitas harga daging saat Ramadan dan Lebaran.

Mendag Enggar telah memanggil para pengusaha dan importir daging untuk menyosialisasikan kebijakan ini.

"Untuk daging, ini kemarin saya sudah panggil. Jadi, harus sediakan daging beku dengan harga Rp 80.000 per Kg," ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (9/4).

Enggar kembali menegaskan, untuk pengusaha dan importir yang sanggup menjual daging dengan harga tersebut, maka akan diberikan izin impor. Sementara yang menyatakan tidak sanggup tidak akan diberikan izin impor.

"Importir daging yang mau dan sanggup menjual ke konsumen Rp 80.000, saya kasih izin impornya. Yang tidak sanggup, tidak saya kasih izin impornya. Sudah ada beberapa (yang menyatakan sanggup), nanti ada," kata dia.

Menurut Enggar, Kemendag mempersilakan pengusaha dan importir untuk mendatangkan dagingnya dari negara mana pun asal sesuai dengan ketentuan dan bisa dijual seharga Rp 80.000 per Kg di dalam negeri. Jika memang tidak ada yang sanggup, dia menyatakan Kemendag sendiri yang akan mengimpornya.

"Kalau enggak ada yang sanggup, saya impor sendiri. Kami sekarang lagi buka dari Brasil, volumenya boleh berapa saja, asal harga jualnya Rp 80.000 per Kg," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini